Pria yang Perkosa Siswi SMP hingga Hamil 7 Bulan di Mojokerto Diringkus

4
204

Mojokerto,NAWACITA – Pria yang memerkosa siswi SMP di Mojokerto hingga lebih dari 10 kali akhirnya diringkus polisi. Akibat perbuatan tersangka, gadis berusia 15 tahun itu kini hamil sekitar 7 bulan.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Julian Kamdo Waroka mengatakan tersangka Joko Purwanto (40), warga Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, diringkus pada Sabtu (30/11) sekitar pukul 18.00 WIB.

Selain menangkap tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti, yaitu berupa hasil visum dari RS Gatoel Mojokerto, 2 lembar nota sebuah hotel di Jalan Bypass Mojokerto atas nama tersangka, serta sebuah ponsel dan sepeda motor milik tersangka.

“Pelaku kami tangkap terkait persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan orang tua korban pada 5 November 2019,” kata Waroka kepada wartawan, Selasa (3/12/2019) seperti dilansir Detikcom.

Ia menjelaskan Joko berkenalan dengan korban melalui media sosial pada Januari 2018. Dia pun beberapa kali menemui korban di jalan kampung dekat dengan rumah gadis asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, tersebut.

Sebulan kemudian, yaitu pada Februari 2018, Joko membawa korban ke sebuah hotel di Jalan Bypass, Mojokerto. Di kamar hotel tersebut tersangka memerkosa korban. Tidak hanya itu, Joko juga beberapa kali memerkosa korban di area persawahan di dekat rumahnya.

“Pelaku lebih dari 10 kali menyetubuhi korban, baik di hotel maupun area persawahan,” terangnya.

Akibat perbuatan bejat tersangka, korban hamil. Joko justru memilih meninggalkan korban setelah tahu siswi SMP itu telah berbadan dua. Rupanya Joko sendiri telah mempunyai anak dan istri.

“Pelaku menghindar dari korban dengan berbagai alasan. Akhirnya mereka putus komunikasi. Sekarang korban hamil sekitar 7 bulan,” jelas Waroka.

Tak terima putrinya dihamili tersangka, ayah korban melapor ke Polresta Mojokerto, Selasa (5/11). Akibat perbuatannya, Joko dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tandas Waroka.

 

Comments are closed.