Kanwil Kemenkumham Jatim Tegaskan Perang Terhadap Pungli dan Narkoba

2
159
Kanwil Kemenkumham Jatim Tegaskan Perang Terhadap Pungli dan Narkoba

Mojokerto, NAWACITA – Genderang perang terhadap pungutan liar (pungli) terus ditabuh Kanwil Kemenkumham Jatim. Salah satu upayanya dengan terus melakukan pencegahan. Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kanwil Kemenkumham Jatim melakukan penguatan kepada pegawai di Lapas Mojokerto.

Tim UPP dipimpin langsung Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati. Dia diampingi Kadiv Administrasi Indah Rahayuningsih, Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono, Kadiv Yankumham Hajerati dan Kabag Umum Dewi Atmi Listyorini. Rombongan disambut Plt Kalapas Mojokerto Tendi Kustendi. Seluruh pegawai dan pejabat struktural lapas dikumpulkan di aula.

Dalam arahannya di hadapan seluruh pegawai, Susy mengungkapkan bahwa tujuan pihaknya ke Lapas Mojokerto ini adalah untuk memberikan penguatan. Fokus utamanya untuk mencegah para pegawai agar tidak melakukan pungli.

“Seluruh layanan yang kita berikan harus optimal dan tidak boleh ada pungutan liar sepeser pun,” tegas Susy.

Selain itu, Susy menegaskan agar petugas tidak bermain-main dengan narkoba. Jangan ada pegawai yang menyalahgunakan atau menyalurkan narkoba. Karena akan memberikan dampak yang buruk bagi diri sendiri maupun organisasi Kemenkumham.

“Jangan sekali-sekali mendekati narkoba, ketika ada yang terbukti, kami akan serahkan langsung kepada pihak berwajib agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” terangnya.

Sedangkan Pargiyono mengungkapkan agar pegawai kembali memetakan titik-titik rawan pungli. Seperti terkait layanan kepengurusan remisi, PB, CB, CMB atau layanan yang lain. Pargiyono menyinggung bahwa layanan hak-hak bagi WBP tersebut sudah berbasis IT.

Sehingga dari UPT langsung diusulkan ke pusat secara online. Ini dilakukan untuk memangkas birokrasi dab meniadakan pungli maupun mempercepat proses pelayanan.

“Mulai tempat parkir, P2U hingga layanan dapam blok pastikan semua layanan dilakukan dengan baik dan tidak ada pungutan liar,” tegasnya.

Sementara itu, Tendi melaporkan bahwa sejak bertugas sebagai Plt., dia menekankan kepada seluruh pegawau bahwa tidak menolerir adanya pungli. Hal itu dilakukan dengan rutin memberikan penguatan setiap ada kesempatan.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan polisi, BNN dan aparat yang berwenang untuk melakukan tindakan-tindakan strategis pemberantasan narkoba dan pungli. Bahkan, pihaknya tak segan memberikan sanksi kepada pegawai yang melakukan tindakan indispliner.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan segala arahan dari pimpinan, salah satunya dengan telah memberikan sanksi kepada seorang pegawai karena tindakan yang menyimpang,” tuturnya.

Comments are closed.