Jakarta Statement Banjir Dukungan Internasional

39
54

New York, NAWACITA – Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, mendapat dukungan dari ICRC New York untuk melanjutkan Jakarta Statement menjadi standar internasional perlakuan terhadap narapidana/tahanan lanjut usia.

Hal ini disampaikan Agnes Coutou, Humanitarian Affairs Adviser International Committee of the Red Cross (ICRC) New York, dalam pertemuannya dengan Utami di rangkaian Arria Formula Meeting Dewan Keamanan PBB tentang Challenges to Radicalization in Prison, New York (14/11).

Baca Juga: Kanwil Jambi Gelar Rapat Persiapan Seleksi CPNS kemenkumham Tahun 2019

“Pada prinsipnya ICRC mendukung Jakarta Starement menjadi standar internasional dalam perlakuan terhdap narapidana /tahanan lanjut usia,” ungkap Agnes di sela pertemuan.  Bentuk dukungan yang akan diberikan ICRC antra lain melalui pertemuan dan koordinasi dengan ICRC Jenewa yang akan melibatkan ahli independent dalam bidang ini.

Agnes sendiri sebelumnya telah menyampaikan langsung dukungannya Arria Formula Meeting, yang langsung direspon positif oleh beberapa negara, di antaranya Jepang, Afrika Selatan, Filifina dan Perancis.

“Saya pernah mengunjungi Indonesia sepuluh tahun yang lalu ke beberapa lapas dan rutan di Indonesia, dan saat ini Indonesia sudah jauh lebih berkembang dalam penanganan narapidana/ tahanan, bahkan telah menjadi inisiator terciptanya standar internasional dalam perlakuan terhadap narapidana/tahanan lanjut usia,” kata perwakilan ICRC New York ini lagi.

Jakarta Statement merupakan dokumen yang disepakati oleh 10 negara anggota ASEAN, Jepang, Korea Selatan dan beberapa Lembaga Internasional tentang perlakuan terhadap narapidana lanjut usia dalam pertemuan yang diinisiai oleh Direktorrat Jendera; Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM, Oktober 2018.

Menanggapi banyaknya dukunga tersebut, Utami mengatakan akan segera melaporkan kepda Menteri Hukum dan HAM sekembalinya ke tanah air, menindaklanjuti dukungan tersebut dengan pertemuan internasional lanjutan.

“Kami akan segera melaksanakan pertemuan – pertemuan lanjutan dengan mengundang negara – negara dan Lembaga – lembaga internasional yang berkompeten dan berwenang untuk mewujudkan Jakarta Statement menjadi Jakarta Rules, sebagai Standar Internasional dalam Perlakukan terhadap Narapidana/tahanan lanjut Usia,” jelasnya optimis.

“Selain peran aktif kita dalam penanganan narapidana dan tahanan dunia, khususnya lansia, upaya ini juga merupkan bagian penting dalam optimalisasi Revitalisasi penyelnggaraan Pemasyarakatan,“ pungkas Direktur Jenderal Pemasyarakatan perempuan petama ini.

Pertemuan Direktur Jenderal pemasyarakatan dengan perwakian ICRC New Yor ini difasilitasi oleh pejabat Kementrian Luar Negeri dan Perutusan Tetap Republik Indoensia pada Perserikatan Bangsa – Bangsa di New York.