Imigrasi Agam Amankan Seorang WNA Asal Pakistan

3
116
Imigrasi Agam Amankan Seorang WNA Asal Pakistan

Bukittinggi, NAWACITA – Petugas Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, Kamis (14/11/2019), mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan, sekitar pukul 18.20 WIB di Lapangan Wirabraja Jalan Sudirman Bukittinggi.

WNA tersebut diamankan saat kedapatan tengah berjualan pakaian di lokasi tersebut. Setelah diintrogasi, petugas langsung membawa WNA itu ke kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam untuk diproses lanjut.

Pantauan di lapangan, awalnya petugas dari Imigrasi Agam sudah siaga di lokasi Lapangan Wirabraja, tepatnya di depan lapangan basket, para pedagang sedang bersiap-siap melakukan aktifitas pasar malam, dan mulai menata barang dagangannya, dan para pengunjung mulai berkeluyuran dilokasi.

Baca Juga: Dirjen Imigrasi Belum Pernah terbitkan Surat Pencekalan Rizieq

Dalam kegiatan kali ini, petugas Imigrasi melakukan pengamanan bersama Intel Kodim 0304/Agam, intel Polres Bukittinggi, serta beberapa orang wartawan.

Kepala Seksi Pengawas dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) pada Kantor Imigrasi Kelas II Nin TPi Agam, Deny Haryadi, saat ditemui di lokasi pengamanan, menyebutkan, WNA yang diketahui bernama Junaid Ali (21), dan diamankan setelah dilakukan pengintaian sejak beberapa hari terakhir, yang bersangkutan diindikasikan melakukan pelanggaran, berupa menyalahgunakan izin tinggal.

“Petugas yang sudah menunggu beberapa lama, akhirnya melakukan pengamanan terhadap Junaid yang menggelar lapak dagangannya. WNA yang mengaku akan melangsungkan pernikahan pada 22 November 2019 itu, diamankan pada saat melakukan aktifitas perdagangan, yakni menjual jilbab, selendang, dan pakaian muslim,” terangnya.

Pada saat petugas meminta menunjukkan pasport sambung Deny Haryadi, Junaid Ali menjawab bahwa pasportnya ada di kantor Imigrasi dalam proses perpanjangan ijin tinggal kunjungan.

Deny Haryadi mengatakan, petugas Imigrasi sebelumnya telah melakukan pengintaian awal, dan akhirnya berhasil mengamankan WNA tersebut, dan yang bersangkutan mengaku akan melakukan pernikahan dalam bulan ini. Namun, sembari menunggu waktu pernikahan, dia melakukan kegiatan berjualan.

Baca Juga: Rakor Keimigrasian Menuju SDM Imigrasi Unggul

“Kami akan mendalami dahulu kasus tersebut, untuk itu Junaid Ali dibawa petugas dan akan dimintai keterangan lebih lanjut. Bisa jadi sangsi paling ringan itu akan di deportasi ke Negara asalnya, namun semuanya akan didalami dahulu,” ulasnya.

Sementara itu, Junaid Ali kepada awak media mengatakan, jika dirinya sudah berada di Bukittinggi sejak dua bulan terakhir, dan dalam rencananya akan melangsungkan pernikahan dengan warga Bukittinggi pada bulan ini.

“Dari pada suntuk di rumah, makanya saya melakukan aktifitas dengan berjualan, yang baru dijalankan selama tiga hari belakangan,” tuturnya.

Junaid Ali mengaku kenal dengan calon istrinya di Malaysia, karena akan mengurus pernikahannya, dirinya ikut dengan calon istrinya pulang ke Bukittinggi.

“Rencananya kami akan menikah pada tanggal 22 bulan ini, saya biasanya di Malaysia menjalankan usaha dengan membuka conter HP,” tukasnya.

Comments are closed.