LPKA Kelas IIA Palangka Raya Lakukan Pembinaan Kesenian Daerah Kuntan Bagi Adikpas

0
105
LPKA Kelas IIA Palangka Raya Lakukan Pembinaan Kesenian Daerah Kuntan Bagi Adikpas

Palangka Raya, NAWACITA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Palangka Raya melakukan pembinaan keseniaan daerah Kalimantan Tengah yaitu Kuntau. Kuntau adalah bela diri asli dayak ngaju yang sudah digunakan sejak zaman asang kayau atau headhunters.

Kuntau adalah seni bela diri untuk self-defense yang menggunakan seluruh gerakan anggota tubuh; seperti gerakan tangan, bahu, tinju, telapak tangan, jemari, kaki, pergelangan kaki dan lutut. Sisi kaki dan tapak kaki digunakan secara sistematis dan teratur untuk menghindar dan menyerang. Seni beladiri ini diwariskan secara turun temurun, baik dari keluarga ataupun belajar dari guru.

Baca Juga: Kanwil Jambi Adakan Rapat Persiapan Rekrutmen CPNS Kemenkumham Tahun 2019

Sejarah Kuntau menurut lisan para generasi tua merupakan pencak silat warisan nenek moyang orang Dayak dari zaman dahulu kala, gerakannya banyak mirip dengan beladiri dari dataran China karena konon asal muasal suku Dayak berasal dari daerah dataran China, lebih tepatnya Yunan.

Kuntau sering ditampilkan dalam upacara – upacara tertentu dan sudah menjadi bagian dari tradisi adat misalnya dalam acara pesta perkawinan adat dayak dan upacara adat, lebih sering dikenal dengan sebutan Lawang Skepeng dan selalu diiringi dengan tabuhan gendang khas Dayak.

Baca Juga: Kakanwil Kembali Meninjau Pekerjaan Rehabilitasi Blok Hunian dan Aula Lapas Kelas IIA Jambi

Kuntau sendiri terdiri dari berbagai macam bentuk jurus dan langkah gerakan yang berbeda-beda, tergantung wilayah dan tempat dimana kita belajar Kuntau tersebut. Akan tetapi Kuntau mempunyai ciri khas persamaan gerakan, sehingga mudah dikenali. Proses belajar kuntau pun pada umumnya relatif lama, sulit dan harus mempunyai ketahanan fisik yang kuat.

Proses terakhir dari belajar Kuntau ialah kita berada dalam suatu lingkaran, dan harus bisa menangkis serangan yang menggunakan Mandau. Biasanya guru akan membekali para muridnya dengan memberikan “Minyak garak”, yaitu cairan berupa minyak yang jika dioleskan ketangan, gerakan tangan akan menjadi lebih lincah.

Baca Juga: Pisah Sambut Kadivpas kanwil Kemenkumham Babel 2019

Tapi pada pembinaan khusus bagi Anak Didik Pemasyarakatan ini hanya di ajarkan cara mempertahankan diri dan bertahan saja, tidak cara menyerang dan melumpuhkan agar bisa bereguna bagi mereka setelah kembali ke masyarakat nantinya, dan terlebih ikut melestarikan kesenian kebudaan daerah yang hampir punah ditelan zaman modern sekarang ini. Jabatan staf Pendidikan Dan Bimbingan Kemasyarakatan selaku Pelatih dari seni bela diri Kuntau tersebut.