2ND Indonesia – Malaysia Immigration Consutation (2ND IMIC)

0
314
2ND Indonesia - Malaysia Immigration Consutation (2ND IMIC)

Jakarta, NAWACITA – Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia (Ditjen Imigrasi) dan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) telah melakukan pertemuan berupa Indonesia-Malaysia Immigration Consultation untuk yang kedua kali pada 5 November 2019 di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Dalam pertemuan tersebut Ditjen Imigrasi Indonesia diketuai oleh Direktur Jenderal Imigrasi DR. Ronny F. Sompie dan JIM diketuai oleh Ketua Pengarah Imigresen Dato’ Indera Khairul Dzaimee Bin Daud dan dihadiri oleh semua delegasi kedua negara.

Baca Juga: Kakanwil Bengkulu Hadiri Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu

Pertemuan yang merupakan lanjutan pertemuan pertama di Batam, Indonesia pada 2018 merupakan satu medium dan platform dalam rangka mempererat hubungan antar agensi keimigrasian dan membincangkan isu-isu yang berkaitan dengan permasalahan keimigrasian serta penanganannya melalui kerjasama kedua negara.

Fokus utama pembahasan meliputi isu-isu berkaitan dengan permasalahan perbatasan, seperti kesepakatan dalam manajemen wilayah perbatasan, pengawasan mobilitas orang yang keluar masuk melalui perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, perlindungan pekerja migran dan keluarga seperti pengurusan ijin tinggal, pembuatan kesepakatan kerja sama, pelaksanaan pelatihan bersama dan peningkatan kapasitas sumber daya kedua negara.

Baca Juga: Kanwil Sumut Raih Kanwil Terbaik Kategori Indikasi Geografis Se-Indonesia

Pengurusan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) juga dibahas sebagai bagian yang berkelanjutan atas upaya Ditjen Imigrasi Indonesia dalam proses melakukan upaya perlindungan kepada pekerja migran Indonesia di Malaysia dan bagian dari pembahasan mengenai isu – isu permasalahan pada rumah detensi di Malaysia serta langkah-langkah untuk membantu mempercepatkan pengurusan proses pemulangan warga Indonesia dari Malaysia.

Baca Juga: Kakanwil Tinjau Pembangunan Zona Integritas di Rutan Wonogiri

Selain itu, isu perdagangan manusia dan sindikatnya juga dibahas serta pembahasan pembuatan kerjasama strategik yang dapat diimplementasikan pada masa akan datang.