Tubagus Chaeri Wardhana Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara

2
271
Tubagus Chaeri Wardhana Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara

Jakarta, NAWACITA – Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019) melakukan sidang Pembacaan Dakwaan terhadap terdakwa Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudiana mendengarkan Jaksa pada KPK membacakan dakwaan atas perbuatan yang diduga dilakukan Tubagus Chaery Wardhana.

Dalam pembacaan dakwaan, Tubagus Chaeri Wardhana diduga melakukan tindak pidana korupsi alat kesehatan dan Pencucian uang.

Baca Juga: Basuki Ingatkan Jajaran Pegawai PUPR Jangan Korupsi

Tim Jaksa KPK yang terdiri dari Budi Nugraha  Subari Kurniawan, Muhamad Nur Aziz, Muhamad Asri Irwan, Muhamad Ridwan, Roy Riyadi, Rony Yusuf, Titto Jaelani, Rizki Benindo Maghaz  membacakan surat dakwaan secara bergantian.

Tim Jaksa KPK meyatakan bahwa Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan didakwa merugikan negara Rp 94,3 miliar terkait pengadaan alat kesehatan (alkes) Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Perbuatan Wawan disebut memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi.

“Telah melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan secara melawan hukum,” ungkap  jaksa KPK Budi Nugraha saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

Jaksa menyebut perbuatan Wawan dilakukan bersama-sama dengan mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, staf PT BPP Dadang Prijatna, pejabat pembuat komitmen pengadaan Alkes Kota Tangsel, Mamak Jamaksari, Kadis Kesehatan Kota Tangsel Dadang dan pemilik PT Java Medica Yuni Astuti. Atas pengadaan alkes kedokteran Rumah Sakit rujukan Pemprov Banten APBD-P Tahun Anggaran 2012, Wawan diuntungkan Rp 50 miliar.

Baca Juga: Kejari Pelalawan Serahkan Barang Bukti Tahap-II Perkara Tindak Pidana Korupsi APBDes Sungai Solok

Selain itu, Wawan yang merupakan adik dari Ratu Atut Chosiyah, juga didakwa melakukan Tindak Pidana  Pencucian Uang TPPU mentransfer sejumlah selebritis dan pejabat daerah.

Menurut jaksa KPK, Tubagus Chaeri Wardhana telah melanggar undang undang tindak pidana pencucian uang.

“Atas Perbuatan terdakwa tersebut adalah tindak pidana yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 ayat (1) huruf a, c, dan g undang-undang RI Nomor 25 tahun 2003 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP,” jelasnya.

Berdasarkan pasal 3 Undang-Undang TPPU, Tubagus Chaeri Wardhana terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 milyar.

Baca Juga: Nophy Tenno Phero South, Komit Berantas Dugaan Korupsi di PUPR Pelalawan

“Setiap Orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul Harta Kekayaan dipidana karena tindak pidana Pencucian Uang dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar
rupiah).”

Comments are closed.