Menyamakan Sikap dan Persepsi Antar Kantor Imigrasi se-Aceh

2
85

Banda Aceh, NAWACITA – Bertempat di aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh telah dilaksanakan rapat koordinasi peningkatan kinerja Imigrasi, yang dihadiri oleh Kepala Divisi Keimigrasian, Kabid Inteldaksisinfokim, para Kepala Satuan kerja yang juga mengikutsertakan para Kepala Seksi Inteldakim dan Dokintalkim 6 (enam) Kantor Imigrasi se-Aceh.

Rapat dibuka oleh Irawan Plt. Kakanim Banda Aceh selaku tuan rumah yang selanjutnya penyampaian arahan oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Aceh, Herdaus. Di dalam arahannya menyampaikan penguatan tusi Inteldakim dan Dokintalkim agar ada persamaan sikap dan persepsi antara 6 satker di Aceh tidak berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga: KaKanwil Kemenkumham NTT Hadiri Kunjungan Kerja Kepala BNN RI

Bahwasannya antara tusi Dokintalkim sebagai pelayanan dengan tusi Inteldakim sebagai pencegahan harus dicari penyeimbang, dicari persamaan bukan perbedaan sehingga organisasi berjalan lurus, cari citra positif jika citra negatif akan menjadi petaka.

Kasi Dokintalkim perlu berpegang teguh dengan aturan main tapi jangan mengggunakan kacamata kuda ini yang perlu di evaluasi dan dicermati, lakukan dengan profesional dan tulus dalam melayani masyarakat.

Berkaca pada kasus Kanim Langsa menjadi pembelajaran agar masyarakat tidak kecewa, ada rasa cemas karena perlakuan dan informasi yg kurang tepat. Diharap tidak terulang kembali, diakomodir persoalan2 prinsip, ada empati, berikan kemudahan.

Baca Juga: Kakanwil Banten Pimpin Upacara Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Ciceri Serang

Saat ini tusi Inteldakim berada di puncak titik kulminasi berada di ujung tanduk sebagaimana terjadi kasus di Mataram, harus diwaspadai, jangan terlalu garang, karena tusi gakum harus direda karena di era jokowi dititik beratkan pada investasi dan pelayanan, jangan ekspansif mengorek2 dan mencari kesalahan, mesti pandai2 karena kebijakan pimpinan serta divisi untuk merangkul semua stakeholder sehingga investasi terbangun di daerah. Kita terapkan Tata nilai yang harus mempunyai komitmen bersama ‘saling asah asih asuh’.

Ciptakan kondisi dan situasi kondusif, jiwa korps, masing2 individu mempunyai diplomasi untuk meredam permasalahan, mampu melihat dan membaca Gustur, body language, harus profesional, toleransi harus dibangun untuk menciptakan lingkungan Aceh bersih.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here