Polda Jabar Tangkap Pelaku Jual Beli Satwa Yang Dilindungi

2
235
Polda Jabar Tangkap Pelaku Jual Beli Satwa Yang Dilindungi
Polda Jabar Tangkap Pelaku Jual Beli Satwa Yang Dilindungi

Bandung, NAWACITA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar menangkap seorang tersangka berinisial DN yang diduga melakukan tindak pidana tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan melakukan jual beli satwa yang dilindungi.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes P​​​​​ol Trunoyudo Wisnu Andiko   di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin mengatakan dari tangan tersangka diamankan barang bukti sembilan ekor satwa yang dilindungi, enam ekor Lutung, dua ekor Surili, dan satu ekor Owa Jawa.

Menurutnya, DN diduga merupakan pembeli sekaligus penjual berbagai jenis satwa yang dilindungi tersebut. Ini (hewan dilindungi) tidak dapat disimpan, diperjualbelikan, maka dalam hal ini penyidik telah melakukan proses penyidikan dan menetapkan tersangka DN,” kata Trunoyudo.

DN ditangkap pada Minggu (27/10) di Dusun Bojong Karekes, Desa Babakan, Kabupaten Pangandaran. Selain itu, pihak kepolisian hingga kini masih mengejar dua orang berinisial M dan R yang merupakan rekan DN.

Wakil Direktur Reskrimsus, AKBP Hari Brata menyebut M dan R diduga memiliki peran sebagai pemburu satwa langka tersebut untuk dijual ke DN. Menurutnya, DN diduga membeli satwa yang dilindungi tersebut dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga mencapai Rp2 juta per ekornya.

Baca juga: DPRD Bangka Ajak Generasi Muda Tetap Semangat Hadapi Tantangan

DN mendapatkan enam ekor Lutung dengan harga Rp1,2 juta dan dua ekor Surili dengan harga Rp600 ribu dari tersangka M. Kemudian satu ekor Owa Jawa dari tersangka R dengan harga Rp2 juta,” kata Hari.

DN mengaku baru sekitar dua bulan menjalani bisnis ilegal tersebut. Menurutnya saat ini perburuan satwa ilegal sangat banyak maka untuk menemukan satwa yang dilindungi tersebut sangat mudah.

DN terancam dijerat UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara dan denda paling banyak seratus juta rupiah.

Comments are closed.