Pemprov DKI Diminta Segel Gedung Lumina Tower The Kuningan Place

0
8
Pemprov DKI Diminta Segel Gedung Lumina Tower The Kuningan Place

Jakarta, NAWACITA – Kuasa hukum PT Brahma Adhiwidia (BA) Andreas FK meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar melalukan penyegelan terhadap gedung Lumina Tower, The Kuningan Place, Jakarta Selatan.

Penyegelan dilakukan ataa kasus dugaan penipuan yang dialami kliennya dari PT BA. Alasan permintaan menyegel gedung Lumina Tower, The Kuningan Place karena tidak adanya Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

“Kami juga mendapat informasi jika gedung itu belum lengkap ijinnya. Sehingga gedung itu harus disegel ataupun dibongkar,” kata Andreas FK saat menggelar jumpa pers di HopeClat Resto, Permata Kuningan, Jakarta Selatan Jum’at (18/10).

Baca Juga: Jokowi Ucapkan Terima Kasih ke JK dan Menteri Kabinet Kerja

“Ini sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 128 tahun 2012 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung,” lanjut Andreas.

Andreas FK mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan penyegelan tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta tanggal 16 September 2019, namun belum ada kepastian kapan dilakukan. 

“Surat permintaan dari kami nomor 16/BAW-AFKA/IX/2019 perihal pelaksanaan tentang peraturan Gubernur nomor 128 tahun 2012 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung itu sudah kita sampaikan dan diterima tanggal 18 September 2019. Kita tinggal menunggu eksekusinya saja,” kata Andreas.

Kasus dugaan penipuan yang dialami kliennya PT BA tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak sejak tahun 2011 lalu. PR BA diduga ditipu oleh PT. Kemuliaan Megah Perkasa (PT. KMP), pimpinan Yusuf Valent yang menjual unit ruang kantor yang ternyata adalah auditorium, di lantai 7 dan 8 Lumina Tower, The Kuningan Place.

Baca Juga: Viktor Laiskodat Diklaim Dihubungi Jokowi untuk Jadi Menteri

“Meskipun klien kami hanya punya hak di lantai 7 dan 8 namun kita minta gedung Lumina Tower seluruhnya disegel,” terang Andreas.

Dijelaskan Andreas, atas dugaan penipuan tersebut kliennya mengalami kerugian hingga Rp100 miliar.

“Itu baru klien kami saja. Bayangkan saja berapa banyak yang menghuni gedung Lumina Tower,” pungkas Andreas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here