Dewi Herbal Catur Kintamani Bali Dikunjungi oleh Delegasi 13 Negara

0
163

Kintamani, NAWACITA – Desa Wisata Herbal Catur (Dewi Catur) di Kintamani Bali terus dikembangkan oleh tim peneliti, pengabdi, dan dosen dari Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali.

Hasil pengembangan ini terlihat dari peningkatan kunjungan wisatawan domestic maupun mancanegara. Pada hari Kamis, 10 Oktober 2019, keunikan dan keindahan Dewi Catur Kintamani dikunjungi oleh delegasi 13 negara yang berjumlah 100 orang. Wisatawan ini berasal dari Bangladesh, Cambodia, India, Indonesia, Japan, Myanmar, Malaysia, Mongolia, Nepal, Philippines, Singapore, Srilangka, dan Thailand.

Selain ke-13 delegasi atas wisatawan dari Jerman, Amerika, China, Korea, Australia, Inggris, dan sebagainya pernah beberapa kali berwisata ke Desa Catur yang berada pada ketinggian 1.250 meter dari permukaan laut serta suhu sekitar 18 – 20 derajat Celsius dan berkabut setiap hari.

Semua wisatawan  yang berkunjung ke Catur sangat senang dan seakan-akan tidak mau meninggalkan desa yang  berhawa sejuk ini yang ditambah dengan kenikmatan kopi arabikanya.

Dewi Catur Kintamani Bali memiliki daya tarik wisata alam dan budaya yang unik dibandingkan daerah lain di Indonesia. Objek wisata yang menarik dikunjungi di desa ini antara lain: kebuh herbal yang memiliki 132 jenis tanaman herbal, air terjun Tiying Seni, mata air suci melukat (holy water) yang bias menyembuhkan penyakit, pura Pebini yang memiliki nilai spiritual dan mitos, harmoni akulturasi budaya etnis Bali dan Tionghoa, gua raksasa, tari-tarian, atraksi barongsai, dan berbagai atraksi budaya lainnya.

Selain itu, Desa Catur merupakan penghasil kopi arabika dan jeruk yang sangat disukai oleh wisatawan. Kopi dan jeruk termasuk tanaman herbal yang baik untuk menjaga stamina tubuh atau kesehatan manusia. Hampir setiap hari wisatawan berkunjung ke Dewi Catur untuk menikmati keindahan alam, budaya, dan minum kopi dari berbagai sajian (taste).

Baca Juga: Cegah Peredaran NARKOBA, Seluruh Jajaran Kanwil Babel di-Tes Urine

Berbagai program dan dukungan akademisi dari Undhira dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan di Dewi Catur Kintamani Bali yaitu Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS), dan sebagainya.

Program ini merupakan hibah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) serta dana penelitian dan pengabdian dari Undhira Bali yang memiliki 15 program studi. Lembaga pendidikan yang dikenal dengan julukan “Kampus Hijau” telah terakreditasi “B”.

Salah satu program unggulan dari Kementerian Ristekdikti yang dilaksanakan oleh dosen Undhira yaitu PPDM. Program ini diketuai oleh Dr. Dermawan Waruwu, M.Si., merupakan putra dari Nias yang berkarir sebagai dosen di Universitas Dhyana Pura Bali dan konsen mengembangkan desa wisata serta pelestarian budaya.

Program  ini dibantu oleh dosen dan pakar dari Undhira sesuai bidang keilmuannya masing-masing, antara lain: Dr. Ni Made Diana Erfiani, M.Hum; I Putu Darmawijaya, S.Si., M.Si; dan Natalia Sri Endah Kurniawati, S.E., M.SA.

Selanjutnya…