Tingkatkan Kualitas Diri WBP, Lapas Cikarang Bersolawat

Cikarang, NAWACITA – Tingkatkan kualitas diri WBP, Lapas Cikarang bersolawat. Kepala Divisi Pemasyarakatan Abdul Aris didampingi Kepala Lembaga Pemasyarakaran Kelas III Bekasi Kadek Anton Budiharta, Rabu (02/10) menghadiri Lapas Cikarang Bersolawat bersama Maulana Al-Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya guna meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan beragama Islam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Cikarang dan dihadiri Forkopinda Kabupaten Bekasi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Purwabesuka.

Acara diawali dengan Sholat Isya Berjamaah yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bekasi dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Pembacaan Teks Pancasila  oleh Perwakilan Kodim yang diikuti oleh seluruh WBP Lapas Cikarang.

Baca Juga: Rapat Persiapan Kanwil Lampung Menyambut Hari Dharma Karya Dhika

Dalam sambutannya Abdul Aris menyampaikan “Kegiatan “Lapas Cikarang Bersolawat” merupakan kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. “Lapas Cikarang Bersolawat” memiliki makna yang dalam untuk berdo’a, membersihkan hati, diri, dan pola pikir serta mengingatkan diri kepada Rasulullah Muhammad SAW serta meninggikan semangat dalam beribadah serta memiliki ahlak yang mulia sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW”.ujar Aris.

Jadikan momen ini sebagai introspeksi diri, semoga kehadiran kalian mendapatkan berkah. Lacika menjadi contoh nasional untuk Reformasi Birokrasi Mandiri dilihat dari aspek Pelayanan yang diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan, semoga kegiatan ini lebih mencintai kembali Rasulullah Muhammad SAW, dan lebih menyadari kembali kesalahan yang telah dilakukan serta berusaha untuk memperbaikinya”, tegas Aris.

Malam ini kita patut berbangga dengan diresmikannnya Pesantren Al-Islah atas kerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, berarti adanya suatu bentuk kepedulian dari masyarakat Bekasi secara umum kepada WBP di Lapas Kelas III Bekasi. Dilihat dari arti kata Al-Islah yang berarti memperbaiki diri, mendamaikan dan menghilangkan sengketa dan kerusakan, kita berharap Lulusan-lusan Pesantren Al-Islah kelak ketika kembali ke masyarakat bisa memberikan citra yang baik”, ujarnya.

Baca juga :  Bapas Magelang Terima Transfer BMN dari Ditjen Kekayaan Intelektual

Lebih lanjut disampaikan, “Hal ini sangat sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan yaitu agar WBP dapat menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi kembali kesalahan serta dapat berperan secara aktif dalam pembangunan juga dapat hidup wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab”, tutup Aris.

Baca Juga: Layanan Publik Berbasis HAM, Kakanwil Banten Audiensi ke LP Cilegon

Acara dilanjutkan dengan Pengijazahan Rotibul Kubro dan Penyerahan AL-Qur’an secara simbolis oleh Habib Luthfi bin Ali bin Yahya kepada Perwakilan Petugas dan WBP, dilanjutkan dengan Peresmian Pondok Pesantren Lapas Cikarang yang ditandai dengan Penandatangan Prasasti Pesantren Al – Islah Lapas Cikarang oleh Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, Penyerahan Cindera Mata  dari KadivPAS kepada Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dan diakhiri dengan acara inti yaitu Ceramah & Pembacaan Do’a oleh Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.

Dalam Ceramahnya Habib Lutfi menyampaikan pesan kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas III Cikarang. Seseorang akan besar dan dikenal karena dia mengenal sejarahnya. Selalu hormati orang tua dan yang dituakan oleh kalian. Jadilah bangsa yang mengerti jati diri yang memiliki sejarah. Banggalah sebagai Bangsa Indonesia dan jangan kecewakan Orang Tua, Bangsa ini dan terutama Nabi Muhammad SAW.

Comments are closed.