Potensi Geografis Provinsi NTT Menjadi Daya Pikat Warga Negara Asing

1
162
Potensi Geografis Provinsi NTT Menjadi Daya Pikat Warga Negara Asing

NTT, NAWACITA – Potensi Geografis Provinsi NTT menjadi daya pikat Warga Negara Asing. Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan Kepulauan yang terpisah lautan dengan 22 kabupaten/ kota. Keindahan panorama Nusa Tenggara Timur yang merupakan kepulauan tentunya memikat Warga Negara Asing untuk datang mengunjungi setiap lokasi pariwisata yang mulai tereksplor keluar.

Mulai dari Pulau Komodo yang terletak di Kepulauan NTT, dikenal sebagai habitat asli hewan Komodo yang merupakan Kawasan Taman Nasional Komodo, berada di sebelah Timur Pulau Sumbawa, 3 (tiga) danau kawah dengan warna berbeda yang dikenal danau Kelimutu di Flores, Gunung Mutis di Kupang Timur, titik tertinggi di provinsi ini dan dikenal sebagai area pendakian dan pengamatan burung, Rumah Adat dan Pasola di Pulau Sumba, keindahan hamparan Pantai Nemberalla di Rote Ndao serta masih banyak tempat-tempat lainnya yang belum tereksplor ke luar.

Hal ini menjadi suatu tugas penting bagi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT khususnya Keimigrasian beserta seluruh Instansi yang termasuk dalam TIMPORA untuk meningkatkan pengawasan terkait keberadaan Warga Negara Asing yang berada di Nusa Tenggara Timur. Penjelasan Budi Argap Situngkir, Plh. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM saat membuka Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) bertempat di Aula Kantor Wilayah.

Baca Juga: Kemenkumham Raih Penghargaan BKN Award 2019

Mengawali Rapat, Plt. Kepala Divisi Keimigrasian Soimam menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Divisi Imigrasi sebagai Ketua Timpora tidak dapat duduk bersama dalam kesempatan Rapat kali ini dikarenakan kondisi beliau yang belum bisa kembali beraktifitas dan masih berada di Jakarta, Soimam juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran serta kerjasama yang baik yang selama ini telah terjalin bersama dalam Tim Pengawasan Orang Asing.

Dalam Rapat, Plt.Kepala Divisi Imigrasi menjelaskan kembali latar belakang terbentuknya TIMPORA, Dasar Hukum serta Tugas Timpora dalam melakukan tindak pengawasan.

Sementara, menurut Kolonel Anton Popang (wakaBinda NTT) Kaitannya dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai tempat pariwisata sebagaimana yang didengungkan oleh Gubernur NTT, maka dengan kondisi ini tentunya dapat mencapai aset perekonomian daerah sebagai provinsi pariwisata disini tugas Keimigrasian dan Timpora harus berjalan secara maksimal agar keberadaan Warga Negara Asing tidak ada yang terindikasi dengan kegiatan spionase yang dapat merugikan bangsa dan negara.

Baca Juga: Kepala BPHN Kemenkumham RI Kunjungi Kalbar

Mewakili Kaban Kesbangpol, Agnes Bau (kasubid kewaspadaan dini dan pengawasan orang asing dan lembaga asing kesbangpol provinsi NTT) menambahkan agar Timpora harus solid, membangun sinergi yang baik, jangan mempertahankan ego sektor, namun lebih kepada membangun koordinasi yang baik untuk menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan terkait keberadaan WNA.

“Tahun 2019 ini saya melakukan perekapan terkait Jurnalis Asing yang berada di NTT, dan hasil yang diperoleh menunjukkan Labuan Bajo merupakan wilayah yang terbanyak WNA baik hanya sebatas turis yang berpariwisata dan juga Jurnalistik Asing, tahun 2019 sudah tercatat 15 rumah produksi yang melakukan syuting film di wilayah tersebut. Peran Timpora ini sangat besar untuk melakukan pemantauan terhadap keberadaan serta aktifitas yang dilakukan WNA yang berada disana, hal ini dilakukan tentunya untuk menghindari hal-hal yang berdampak negatif bagi Negara khususnya pada Wilayah Provinsi NTT” ujar Agnes.

Baca Juga: Bapak Sarnubi Resmi Purna Tugas sebagai PNS Kemenkumham

Menutup Rapat, Soimam berpesan kepada seluruh anggota Timpora untuk terus meningkatkan kewaspadaan dengan memaksimalkan pengawasan, peningkatan koordinasi dan saling bersinergi untuk memberikan informasi terkait keberadaan WNA di wilayah Provinsi NTT, dengan harapan keberadaan Warga Negara Asing di wilayah Nusa Tenggara Timur dapat membawa nilai positif bagi kemajuan NKRI, Kupang

Comments are closed.