Kanwil Malut Gelar Penelitian Karakteristik Narapidana Kasus Narkotika

0
31

Ternate, NAWACITA – Kanwil Malut gelar penelitian karakteristik narapidana kasus narkotika. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Maluku Utara, Ramli.H.S di dampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Harnita.

Kakanwil membuka kegiatan Penelitian Karakteristik Narapidana Kasus Narkotika yang diselenggarakan oleh Divisi Pelayanan Hukum dan HAM yang dihadiri oleh Pejabat Administrasi serta perwakilan dari 5 Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakat se Kota Ternate, yang dilaksanakan di ruang rapat Lt.2 Kantor Wilayah  Jl. Cengkeh Afo Nomor : 40 Maliro Ternate, Selasa (24 /09/09).

Baca Juga: Biro Keuangan Setjen Kemenkumham Bina Operator Keuangan se-Jabar

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM menyampaikan bahwa Data tahun 2019 dari United Netion Office Drugs end Crime (UNODC) yang merupakan Badan Pengawas Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Obat-obatan dan kejahatan menyatakan bahwa penyalah gunaan narkotika dan bahan berbahaya (narkoba) di dunia sejak tahun 2006 mengalami peningkatan dari tahun ke tahun secara signifikan, diperkirakan ada sekitar 167 hingga 315 juta orang penyalah gunaan narkoba dari populasi penduduk dunia yang berumur 15 s/d 64 tahun.

Lebih lanjut kakanwil mengatakan dari Data tersebut, terlihat bahwa indonesia menjadi salah satu Negara dengan tingkat kerawanan tertinggi terkait dengan penyalah gunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba). Bahkan status indonesia kini masuk dalam level darurat narkoba. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya kasus narkoba yang sudah terungkap maupun yang belum terungkap, pungkasnya.

Baca Juga: Kakanwil Kemenkumham NTT Menerima Kunjungan Wakapolda NTT

Saran narkoba sudah menyentuh pada semua lini, artinya setiap daerah di indonesia kini tak ada yang terbebas dari  peredaran narkoba. Menurut Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyakatan, Peredaran narkotika di Indonesia sangat menghawatirkan, yaitu pada tahun 2018 menunjukan bahwa terdapat 3.867.000 orang yang menggunakan narkoba dengan klasifikasi : 1,6 juta jiwa sebagai coba-coba pakai, 1,4 juta jiwa teratur pakai dan sisanya pecandu berat dan bandar narkoba dan Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu Provinsi di Indonesia dengan kerawanan penyalahgunaan narkoba.

Diakhir sambutannya Kakanwil menyampaikan kepada seluruh peserta, bahwa kita semua harus semakin waspada dengan segala potensi yang dapat dijadikan sebagai celah masuknya pengaruh penyalah gunaan narkoba untuk itu, kata-kata sudah tidak diperlukan lagi, Kita memerlukan tindakan-tindakan yang konkrit, tindakan-tindakan yang nyata dengan langkah yang terpadu untuk melawan narkoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here