Diduga Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek SMPN 1 Long Bagun Mahulu Ditetapkan Tersangka

0
136
Diduga Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek SMPN 1 Long Bagun Mahulu Ditetapkan Tersangka Diduga Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek SMPN 1 Long Bagun Mahulu Ditetapkan Tersangka

Sendawar, NAWACITA – Diduga Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek SMPN 1 Long Bagun Mahulu Ditetapkan Tersangka. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bidang tindak pidana korupsi Polres Kutai Barat (Kubar) resmi menyetujui mantan kepala SMP Negeri 1 Long Bagun  Kabupaten Mahakam Ulu Hang Huvang sebagai tersangka.

Huvang malah semakin menggelapkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2014-2015 sehingga merugikan negara hingga  Rp. 400 juta lebih.

“Kami telah melakukan penyelidikan sejak tahun lalu kemudian berdasarkan gelar perkara kami tetapkan sebagai tersangka. Karena ditemukan ada ketidaksesuaia laporan yang dibuat oleh tersangka sehingga merugikan negara sebesar Rp.409.810.000”, jelas Kapolres Kubar AKBP I Putu Yuni Setiawan melalui Kasat Reskrim Polres Kubar, AKP Ida Bagus Kade Sutha.

Baca Juga: Aksi Pencegahan Korupsi di Pemkot Bekasi Capai 79 Persen

Ida Bagus menyebut pihaknya akan melakukan pemanggilan pertama terhadap Hang Huvang sebagai tersangka pekan depan. Jika tersangka kooperatif maka tidak akan dilakukan penahanan.

“Kita akan melakukan panggilan pertama terhadap saudara Hang Huvang untuk dimintai keterangan sebagai tersangka pekan depan. Selama ini masih ada yang menganggap kooperatif jadi kita tidak melakukan penahanan,” katanya.

Baca Juga: Pemerintahan Presiden Jokowi Keputusan Banyak Bekerja Berantas Korupsi

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi belum membeberkan mode dan penggunaan hasil korupsi oleh tersangka.

“Yang jelas tidak bisa mempertanggungjawabkan sesuai laporan SPJ”, pungkasnya.

Ida Bagus Menyebut Pelaku dijerat UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana korupsi. Sejauh ini baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada larangan lainnya.