5 Kali Masuk Penjara, Akhirnya Pak Uban Dapat Hidayah di Lapas Pekanbaru

0
120

Pekanbaru, NAWACITA – Penampilannya bersahaja, murah senyum, dan gampang bergaul. Pak Uban, biasa dia disapa. Rambutnya sudah memutih, pertanda uzur usianya. Memasuki usia yang ke-65 tahun ini, dia sudah merasakan lima kali keluar masuk penjara. Berbagai jenis kejahatan sudah pernah dilakukannya. Mulai penganiayaan, perampokan, sampai jadi bandar narkoba. “Main’nya antar provinsi,” ucapnya seraya tersenyum.

Tahun 2016 dijebloskan ke Lapas Pekanbaru dan di tempat inilah dia mulai merasakan kejenuhan berbuat kriminal. Akhirnya, awal 2017 bertepatan dengan gencarnya Program Berantas Buta Al-Qur’an yang dicanangkan Kepala Lapas (Kalapas) Pekanbaru saat itu, Yulius Sahruzah, pak Uban mulai ‘ikut-ikutan’ ke Masjid At-Taubah. Menjadi santri, beramai-ramai ke masjid di lingkungan Lapas Pekanbaru inilah, dia mulai merasakan ketenangan hidup, mendapat Hidayah-Nya.

Masa kecil Pak Uban sudah mengenal Al-Qur’an, tapi masih terbata-bata. Di Masjid At-Taubah dia melancarkan kaji dan setelah setahun lebih belajar, saat ini Pak Uban sedang menghafal Surat Al-Baqarah, Al-Imran, dan Al-Waqiah sekaligus.

Di depan kalapas, oleh guru ngajinya beliau di tes hafalan. “Luar biasa, saya terharu sekaligus bangga. Ini contoh yang baik, mari sama-sama kita berhijrah,” ucap kalapas pada saat kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1441 H.

Kepala Lapas juga mengingatkan bahwa setiap manusia pasti punya kesalahan di masa lalu, tapi manusia yang baik adalah manusia yang mau memperbaiki kesalahannya.

Peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah di Lapas Pekanbaru dilaksanakan dengan ramai dan penuh semangat. Diawali dengan penampilan grup marawis Masjid At-Taubah, kegiatan dilanjutkan dengan Haflah tilawah Qur’an oleh Qori Lembaga Pengembangan Tilawah Qur’an Pekanbaru serta siraman rohani oleh Al-Ustadz Suryadi Temala, yang mengajak hadirin agar berhijrah ke jalan kebaikan.

Semakin hari semakin banyak warga binaan yang ikut belajar agama di masjid lapas. Pak Uban tak sendiri, ada juga Zulfikar (42) yang juga sudah empat kali keluar masuk penjara. Dari tak mengenal huruh Hijaiyah, saat ini dia sudah memasuki fase belajar Ilmu Tajwid dan sedang menghafal surat pendek Juzz 30.

Begitupun Kumar (33), warga binaan keturunan India asal Malaysia ini mendapatkan hidayah di lapas, dan Bulan Mei kemarin mengucapkan syahadat di Mesjid At-Taubah. Ketiga narapidana tersebut merupakan contoh yang baik bagi rekan narapidana yang lain.