Kapolda Jawa Timur Jelaskan Kasus Provokator Veronika Koman

0
198
Kapolda Jawa Timur Jelaskan Kasus Provokator Veronika Koman
Kapolda Jawa Timur Jelaskan Kasus Provokator Veronika Koman

Surabaya, NAWACITA-  Veronica Koman yang ditetapkan sebagi tersangka Provokator di Papua tidak ada di tempat, tapi aktif menyebarkan hoaks dan provokasi di media sosial Twitter.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan bahwa Veronica Koman tidak berada di tempat pada saat kejadian tetapi di media sosial melakukan seruan mobilisasi.

“Pada saat kejadian kemarin yang bersangkutan tidak ada di tempat, namun di media sosial Twitternya yang bersangkutan sangat aktif mengajak memprovokasi. Ada seruan mobilisasi aksi monyet turun ke jalan di Jayapura pada 18 Agustus 2019,” katanya.

Selain itu, Polda Jatim, juga menduga peristiwa kerusuhan di beberapa daerah Papua karena keterlibatan langsung dari Veronica Koman melalui postingan provokatifnya di Twitter.

Baca Juga : 7 Kontroversi Veronica Koman Terkait Kasus Provokasi

Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur (Jatim) akan berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN), dan kepolisian internasional ( Interpol) untuk mendalami peran Veronica Koman.

“Meski identitasnya WNI, yang bersangkutan banyak aktivitas di luar negeri. Karena itu, kami akan gandeng tim Mabes Polri, Interpol, BIN, dan pihak Imigrasi untuk mendalami peran tersangka,” kata Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (4/9/19).

Seperti diketahui, Veronica Koman merupakan seorang aktivis, telah ditetapkan jadi tersangka kerusuhan di asrama Papua di Surabaya, setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Selasa malam kemarin.Sementara itu, polisi menjerat Veronica Koman sejumlah pasal.

Pertama Undang-Undang ITE, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana, KUHP Pasal 160, dan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Dalam rangkaian kasus ini, sebelumnya polisi sudah menahan dan menetapkan tersangka seorang koordinator aksi Tri Susanti, dan seorang pegawai Pemkot yang bertugas di Kecamatan Tegalsari, SA.