Pameran Expo Hasil Karya Warga Binaan Rutan Palangka Raya

0
139

Palangka Raya, NAWACITA – ini merupakan hari terakhir perhelatan Palangka Raya Fair tahun 2019. warga binaan Rumah Tahanan Kelas IIA Palangka Raya menunjukkan hal yang berbeda dalam sebuah pameran Palangka Raya Fair.

Adapun Produk unggulan yang akan dipamerkan antara lain mulai dari Batang Garing Rumah Betang, Batang Garing Meja, Perahu Ukir, Kaligrafi Hitam, Gantungan Kunci, miniatur sepeda motor, becak, kapal laut, tempat pulpen, dan gelang mutiara.

Staff Bimbingan Kerja Rutan Kelas IIA Palangka Raya (Dedi Muklis)  mengatakan pameran expo kali ini lebih kepada menampilkan hasil karya seni yang dibuat warga binaan Rutan Kelas IIA Palangka Raya. Masyarakat hanya mengira ketika orang berada di dalam rutan hanya berada dibalik jeruji besi. Tetapi dibalik itu warga binaan juga dapat melakukan aktivitas positif. Terbukti mereka dapat membuat karya seni yang bernilai ekonomi tinggi.

Diharapkan nantinya warga binaan setelah keluar dari rutan ini dapat berguna bagi masyarakat. “Digali apa kemampuan dari warga binaan kita, dan kita berikan ruang-ruang serta bekal ilmu agar nanti setelah keluar mereka tidak mengulangi apa kejahatan yang mereka perbuat dimasa yang lalu,” ujar Dedi.

Pada perhelatan Palangka Raya Fair ini (dimulai dari 24 – 28 Agustus 2019) pihaknya yakin hasil kerajinan tangan para warga binaan ini dapat bertahan lama dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas kerajinan yang mereka buat.

Saat di temui, salah satu warga binaan Rutan Kelas IIA Palangka Raya mengatakaan hasil karyanya berupa ukiran yang terbuat dari getah nyatu membutuhkan pengerjaan selama hampir 1 minggu. Hasil karya yang di buat berupa ukiran rumah adat kalimantan tengah di beli kisaran Rp. 350.000 sampai Rp. 1.700.000 tergantung dari ukuran dari ukiran getah nyatu tersebut. Walikota Palangka Raya (Fairid Naparin) juga tertarik dengan hasil kerajinan getah nyatu dengan motif batang garing seharga Rp. 1.700.000 dan rencananya kerajinan getah nyatu ini baru akan dikirim ke rumah dinas walikota setelah penutupan pameran ini.

“Beliau ingin agar hasil kerajinan getah nyatu motif batang garing ini masih bisa dilihat pengunjung pameran lainnya malam ini” ujar Dedi.