Wagub, DPRD dan Instansi Penegak Hukum Menghadiri Pemberian Remisi di Lapas Kelas IIA Palangka Raya

2
163
Wagub, DPRD dan Instansi Penegak Hukum Menghadiri Pemberian Remisi di Lapas Kelas IIA Palangka Raya

Palangka Raya, NAWACITA – Dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke- 74, bertempat di Lapas Kelas IIA Palangka Raya Plh. Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Tengah (Sucipto) membuka Upacara Pemberian Remisi Umum kepada Narapidana dan Anak Pidana.

Acara Pemberian Remisi ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Said Ismail), Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Fahrizal Fitri), Anggota DPRD, Perwakilan Kejaksaan Tinggi, Korem dan Polda Kalimantan Tengah. Selain itu, acara ini dihadiri juga oleh Pejabat Tinggi Pratama Kantor Wilayah diantaranya Kepala Pemasyarakatan (Hanibal), para Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) dan Pejabat Struktural di Lingkungan Kantor Wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam laporannya Plh. Plt. Kakanwil mengatakan tantangan Pemasyarakatan secara Nasional berada pada lima masalah mendasar berupa: 1). Regulasi; 2). Kondisi Overcrowded, kapasitas 128.470, isi hunian 264.684 sehingga over crowded 106%; 3). Sarana dan prasarana yang terbatas; 4). Kualitas Sumber Daya Manusia; 5). Peredaran Narkoba dan Pungutan Liar yang masih terjadi di Lapas dan Rutan. Sekalipun dengan berbagai tantangan yang dihadapi namun pemasyarakatan terus dituntut melakukan berbagai perubahan yang pasti sesuai dengan Tata Nilai Kemenkumham RI yang PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif).

Baca Juga: Sukseskan Desa/Kelurahan Sadar Hukum di Bulan September, Kanwil Kalteng Gelar Rapat Persiapan

Selanjutnya Sucipto mengatakan “Warga Binaan yang berhak mendapat remisi umum sesuai Surat Keputusan Dirjen Pemasyarakatan No. PAS-969.PK.01.01 Tahun 2019 adalah sebanyak 2.268 orang” terangnya. Sementara untuk Lapas Kelas IIA Palangkaraya sendiri yang mendapatkan remisi berjumlah 538 orang dan yang langsung bebas berjumlah 8 (delapan) orang.

Pada kesempatan ini Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Said Ismail) juga memberikan sambutannya dengan membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI pada upacara pemberian remisi. Ia mengatakan pemberian remisi terhadap Narapidana dan Anak Pidana bukan semata-mata merupakan suatu hak yang didapatkan dengan mudah dan bukan pula merupakan bentuk kelonggaran-kelonggaran agar Narapidana dapat segera bebas.

Baca Juga: Kanwil Kalteng ikuti Rapat Koordinasi Pedoman Pelaksanaan Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba…

Pemberian remisi merupakan suatu bentuk tanggung jawab untuk terus memenuhi kewajiban untuk ikut dalam pelaksanaan program pembinaan. Pemberian remisi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak Warga Binaan Pemasyarakatan, tetapi lebih dari itu Remisi merupakan apresiasi Negara terhadap Warga Binaaan Pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional.

“Secara psikologis pemberian remisi juga mempunyai pengaruh dalam menekan tingkat frustasi yang dapat meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas dan Rutan,” ujar Menteri Hukum dan HAM dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Sosialisasi Penyelenggaraan Layanan Taspen di Kanwil Kalteng

Ia berharap kepada Narapidana yang mendapatkan remisi dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaiknya. “Bagi seluruh narapidana yang memperoleh remisi, saya ucapkan selamat, bagi yang bebas, saya harap untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum,”  ujar Wakil Gubernur disela-sela sambutannya.

Baca Juga: Wagub Kalteng: Saya diberitakan melakukan Perselingkuhan

Usai pembacaan sambutan dari Wakil Gubernur kegiatan dilanjutkan dengan pemberian remisi kepada perwakilan warga binaan, dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta hiburan. Plh.Plt. Kepala Kantor Wilayah (Sucipto) juga memberikan cinderamata Getah Nyatu hasil dari karya warga binaan Lapas Kelas II A Palangkaraya kepada Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.

Comments are closed.