Gaji Honorer Kecil,Pria Ini Nyambi Jadi Pengantar Narkoba

0
101

Kendari,NAWACITA- Gaji bekerja di Universitas Haluoleo Kendari, sepertinya tak cukup membiayai hidup Sudaryanto dan keluarganya. Makanya profesi sampingannya adalah pengantar Paket Narkotika jenis sabu.

Pria yang bekerja sebagai Honorer di Universitas ternama di Kendari ini, berurusan dengan Ditresnarkoba Polda Sultra. Tak main-main urusannya cukup berat. Dia berada dalam sel jaringan antar provinsi yang bertugas sebagai pengantar Paket.

Pengendaliannya ada di Kota Batam Kepulauan Riau. Sudaryanto hanya orang yang dapat kendali untuk mengirim paket sabu kepada orang yang telah menunggu. Tak sendiri, Sudaryanto ternyata dibantu oleh seorang pria berinisial YC. Tugas mereka sama yakni mengantas paket sabu.

Hanya saja, Sudaryanto menjadi orang kedua, yang menjadi tempat titip terakhir. Dalam kasus ini, YC lebih awal dibekuk di Bandea HLO Kendari. YC ditangkap memiliki paket sabu seberat 768 gram. Barang inilah yang dibawa dari Makassar menuju Kendari.

“Dikendalikan dari Batam. Jaringanya semacam sel, terputus pengendalinya, kalau para kurir ini ketangkap,”kata Direktur Ditresnarkoba Polda Sultra, Kombes Pol Satria Adhi Permana.

Satria menjelaskan, kasus ini masih dalam pengembangan. Sebab, barang haram ini masih belum diketahui pada siapa akan diantar. Sementara itu, Sudiryanto mengakui ihwal pekerjaannya sebagai honorer. Gaji resmi di Universitas Haluoleo, hanya berkisar Rp 1,5 juta. Sementara kebutuhan banyak. Sudiryanto menuturkan, sekali antar, dia bisa mendapat Rp 3 juta sampai Rp 4 juta dari pengendali di Batam.

“Saya sudah lakukan sebanyak 3 kali ini. Mau diapa bang. Kebutuhan keluarga kasihan,”kata pria ini dengan nada memelas.