Jakarta,NAWACITA-Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah apartemen milik anggota komisi VI DPR RI fraksi PDI-Perjuangan, I Nyoman Dhamantra di ‎daerah Permata Hijau. Tak hanya apartemen, tim juga menggeledah rumah milik anak Nyoman Dhamantra di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.

Penggeledahan dilakukan pada Sabtu, 10 Agustus 2019, kemarin. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019 yang menyeret I Nyoman Dhamantra.

“Tanggal 10 Agustus, (penggeledahan) di apartemen INY daerah Permata Hijau dan rumah anak INY daerah Cilandak‎,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Chrystelina GS saat dikonfirmasi, Senin (12/8/2019).

Dari penggeledahan tersebut tim mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus suap izin impor bawang putih‎. Barang bukti yang disita yakni, sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik.

“Hasil geledah (diamankan) dokumen dan beberapa barang bukti elektronik‎,” ucapnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Keenamnya yakni, ‎anggota komisi VI DPR fraksi PDI-Perjuangan, I Nyoman Dhamantra, orang kepercayaan I Nyoman, Mirawati Basri, serta empat pihak swasta, Afung, Doddy Wahyudi, Zulfikar, dan Elviyanto.

I Nyoman diduga telah menerima suap Rp2 miliar dari total komitmen fee sebesar Rp39,6 miliar untuk pengurusan izin impor 20.000 ton bawang putih yang akan masuk ke Indonesia. Suap tersebut berasal dari pengusaha Chandry Suanda.

Pemulusan suap untuk pengurusan bawang putih tersebut dibantu oleh Doddy Wahyudi, Zulfikar, Elviyanto, dan Mirawati. Keempatnya mempunyai peran masing-masing dalam memuluskan izin impor bawang putih ke Indonesia.

 

 

Baca juga :  Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara OTT KPK