Jakarta, NAWACITA –  Kepala Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat  Is Edy Eko Putranto mengatakan, pihaknya masih mendalami dugaan prostitusi yang dilakukan oleh ketiga Warga Negara Asing Nigeria dan Afganistan yang digerebek oleh Satpol PP di Hotel Oyo Kawasan Sawah Besar, beberapa waktu lalu.

Sebab, kata dia, tidak ditemukan adanya transaksi perdagangan wanita, yang  ditemukan hanya pelanggaran imigrasi,” kata Is Edy Eko, Kamis (8/8/2019) siang.

Sedangkan dua warga negara Afganistan masih dibawah umur tergabung dalam United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Keduanya merupakan pengungsi dari negara yang konflik dan perlindungan ini atas perintah PBB.

“Bila terbukti (adanya pelanggaran prostitusi), akan kita proses atau beri tindakan keimigrasian berupa deportasi,” tegas Is Edy Eko.

Menurutnya, Perpres 125 tahun 2016 yang mengatur penanganan WNA yang terkait pengungsi sejak perpres ini ditertibkan menyebutkan, penahanan terkait pengungsi pada suatu daerah, ini tugas kepala Pemerintah atau Kepala Daerah juga.

Baca juga :  Kakanwil Sumut Perintahkan Pejabat Lapas/ Rutan Bentuk Tim Kepatuhan Internal

Comments are closed.