Lapas Gunung Sugih Bekali Narapidana Dengan Pelatihan Tenun Tapis

0
116
Lapas Gunung Sugih Bekali Narapidana Dengan Pelatihan Tenun Tapis

Gunung Sugih, NAWACITA – Meningkatnya kualitas pembinaan kemandirian narapidana sehingga menjadi terampil dan produktif merupakan salah satu sasaran strategis Pemasyarakatan sejalan dengan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan. Pelatihan tenun tapis yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sugih menjadi salah satu bukti dan upaya nyata yang dilakukan jajaran Pemasyarakatan untuk membekali narapidana dengan keahlian sehingga menjadi terampil dan produktif.

Demikian disampaikan oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama, Dodot Adikoeswoyo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Jabatan Fungsional Umum Sub Direktorat Kerja Sama dan Evaluasi, Innaka Mutiara, saat pembukaan Pelatihan Tenun Tapis Lampung bagi narapidana Lapas Gunung Sugih di GSG Dr. Sahardjo, Rabu (31/7) lalu.

“Keberhasilan pembinaan kemandirian ini tentunya memerlukan peran serta masyarakat, organisasi, dan instansi lain di luar Pemasyarakatan mengingat masih adanya keterbatasan sumber daya Pemasyarakatan dari sisi tenaga ahli yg dapat memberikan pelatihan, permodalan, dan sarana,” ujar mantan Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat ini.

Alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan Angkatan 26 ini menambahkan jalinan kemitraan melalui kerja sama dengan pihak lain menjadi salah satu solusi dengan tetap menjalankan prinsip saling mendapatkan manfaat dari hasil kerja sama di antara kedua belah pihak.

“Mitra kerja tetap mendapatkan provit dari hasil kerja sama dan Warga Binaan Pemasyarakatan mendapatkan bekal skill dan premi/upah yang dapat ditabung untuk bekal usahanya nanti setelah bebas. Kedepan disamping untuk dirinya sendiri, diharapkan hasil kerja narapidana diarahkan kepada Penerimaan Negara Bukan Pajak  Fungsional yang nantinya diharapkan dapat digunakan kembali, misalnya untuk biaya melanjutkan pendidikan formal kuliah di Universitas Terbuka,” harap Dodot.

Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani, menerangkan pelatihan ini merupakan hasil kerja sama dengan Farhan Tapis Bandar Jaya yang sudah berulang kali dilakukan. “Kami sudah cukup lama menjalin kemitraan dengan produsen tapis di Bandar Jaya. Beliau sangat andal dalam menghasilkan tapis yang berkualitas sehingga kami berusaha untuk merangkulnya agar narapidana di Lapas Gunung Sugih bisa diberikan pelatihan menenun tapis agar kelak bisa menjawab tantangan dunia usaha setelah bebas,” terang mantan Kepala Seksi Keamanan Lapas Cipinang ini.

Pelatihan menenun tapis ini, kata Syarpani, telah berjalan tiga kali sejak awal berkomitmen untuk bekerja sama pada Agustus 2018. Jumlah narapidana yang mengikuti pelatihan ini juga mulai bertambah, yakni sebanyak 30 orang, baik narapidana perempuan maupun laki-laki, yang kesemuanya serius mengikuti pelatihan menenun tapis pada periode ketiga ini.

Faisal, pemilik Farhan Tapis, menyampaikan dirinya kini memiliki narapidana yang sudah terampil menenun tapis sehingga bisa menghasilkan kain tapis yang baik. “Sebagian narapidana yang telah mengikuti pelatihan mulai terampil menenun tapis. Sudah banyak yang mereka hasilkan dan juga terjual dipasaran, seperti saat Correctional Fair di Lampung Walk pekan lalu yang cukup banyak terjual,” pungkasnya.