Lahan Terbatas Tak Halangi Kegiatan Pertanian Lapas Watampone

0
183
Lahan Terbatas Tak Halangi Kegiatan Pertanian Lapas Watampone

Watampone, NAWACITA – Keterbatasan lahan pertanian tak menyurutkan semangat salah satu staf kegiatan kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone, Abdul Latif, untuk menggiatkan aktivitas bercocok tanam. Bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Watampone, ia membudidayakan sayuran hijau berupa cabai, sawi, terong, dan kangkung diantara bangunan blok dan tembok tinggi lapas yang terletak di Jalan Laksamana Yos Sudarso Kabupaten Bone.

“Upaya penghijauan yang memanfaatkan lahan-lahan kosong nan sempit ini merupakan salah satu dari beragam program kemandirian yang kini tengah kami genjot usai didaulat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi salah satu Lapas Produksi di Provinsi Sulawesi Selatan,” ucap Latif, Kamis (1/8) lalu.

Dengan mengoptimalkan keberadaan lahan lahan sempit untuk difungsikan sebagai lahan bercocok tanam, maka program pembinaan untuk memberdayakan dan memberikan bekal ilmu kepada WBP juga turut berjalan sesuai amanah pimpinan. Selain itu, kegiatan pertanian tidak selalu harus dilakukan dengan memakai lahan luas serta peralatan yang memadai.

“Selama ada keyakinan dan niat, keterbatasan akan memacu kreativitas yang menghasilkan suatu hasil atau karya,” tambah Latif.

Di tempat terpisah Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Watampone, Syamsuddin, mengatakan selain memiliki tugas melakukan pembinaan kepada WBP, lapas juga memilki satu tugas mengubah paradigma lapas sebagai tempat bagi orang-orang yang berdosa sehingga akhirnya muncul stigma dan paradigma bahwa WBP merupakan orang- orang yang harus dihindari dalam pergaulan sehari – hari.

“Kegiatan pertanian yang dilakukan seperti ini, baik memanfaatkan lahan yang berada di dalam maupun di luar lapas, merupakan salah satu wujud dari program pembinaan secara  intra dan ekstramural dalam bentuk asimilasi yang diberikan kepada WBP untuk  membaurkan mereka kembali dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya.