Perwakilan Kementerian Luar Negeri Kunjungi Rudenim Denpasar

11
184

Denpasar, NAWACITA – Dalam rangka mempererat silaturahmi dan sinergitas, perwakilan dari Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri berkunjung ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar.

Kedatangan perwakilan Kemenlu ini dalam rangka kunjungan kerja serta membahas Warga Negara Asing yang statusnya kini menjadi detensi di Rudenim Denpasar.

Kedatangan Perwakilan Kemenlu ke Rudenim Denpasar disambut langsung oleh Karudenim Denpasar, Saroha Manullang serta pejabat Struktural di Lingkungan Rudenim Denpasar, Jumat (26/7/2019).

“Adanya kunjungan ini sebagai wujud silaturahmi dan sinergitas antara Rudenim Denpasar dengan Kemenlu terkait penanganan Warga Negara Asing, diharapkan kerja sama ini dapat berjalan berkesinambungan ke depannya,” ucap Saroha Manullang.

Saroha menambahkan, kunjungan Perwakilan Kemenlu ini dalam rangka mendiskusikan beberapa masalah terkait dengan keberadaan detensi Imigratoir dan case closed.

Serta permintaan bantuan dari Rudenim Denpasar untuk menghubungi perwakilan negara detensi yang bersangkutan, guna membantu proses pemulangan/deportasi detensi keluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam hal ini, Perwakilan Kemenlu memberikan apresiasinya kepada Rudenim Denpasar terkait dengan keaktifan Rudenim Denpasar bersurat kepada Kemenlu mengenai detensi yang masuk dan dideportasi dari Rudenim Denpasar.

“Pihak Perwakilan Kemenlu berjanji akan membantu Rudenim Denpasar terkait kendala yang dihadapi serta menginformasikan kepada Kedutaan Besar maupun Konsulat terkait dengan keberadaan detensi di Rudenim Denpasar kepada pihak perwakilan negara detensi yang bersangkutan baik di Bali maupun di luar Bali,” ungkap Saroha.

Selain itu, Karudenim Denpasar juga mengajak Perwakilan Kemenlu untuk melihat Lingkungan Rudenim Denpasar baik dari segi penanganan detensi maupun pelayanan kunjungan.

Dalam hal ini, Perwakilan Kemenlu memberikan apresiasi kepada Rudenim Denpasar terkait penanganan terhadap detensi yang berbasis HAM, dan pelayanan kunjungan yang telah menggunakan sistem aplikasi yang terintegrasi. Dan merupakan penanganan detensi berbasis HAM terbaik se-Indonesia.

Comments are closed.