Seni Karawitan Masuk Pelajaran Muatan Lokal LPKA Kutoarjo

0
293

Kutoarjo, NAWACITA – Sebanyak enam Anak pendidikan kesetaraan Paket B3 atau setara kelas 3 SMP di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo mengikuti pelatihan rutin seni kesenian tradisional khas Jawa, Karawitan, Jumat (26/7). Mereka dibimbing langsung oleh instruktur Wardoyo dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Purworejo.

Wardoyo memaparkan Karawitan telah dikenal sejak zaman Kerajaan Kalingga dengan raja Syailendra meskipun dengan peralatan yang masih sederhana pada zaman tersebut. Peralatan seni seperti gamelan terus berkembang hingga zaman Kerajaan Majapahit dan Mataram.

Meskipun pada zaman Kerajaan Mataram Karawitan hanya dipertunjukan bagi kalangan keraton dan bangsawan semata, namun seiring perkembangan zaman hingga saat ini telah menyebar hingga bisa diterapkan menjadi mata pelajaran muatan lokal. Salah satunya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Tunas Mekar LPKA Kutoarjo.

“Kami memiliki tanggung jawab moral akan kesenian tradisional seperti halnya Karawitan ini,” terang Wardoyo.

Lebih dalam, Wardoyo menuturkan Karawitan memerlukan keterampilan dan latihan yang disiplin untuk membentuk irama dan alunan vokal yang serasi dan terpadu. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami mengingat Anak LPKA Kutoarjo memiliki latar belakang pendidikan dan sosial keluarga yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Suprayitno, Kepala Sub Seksi Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan LPKA Kutoarjo. “Kami sangat senang dan bangga karena seni tradisional Karawitan menjadi mata pelajaran muatan lokal di LPKA Kutoarjo. Pelatihan Karawitan dilaksanakan setiap Jumat setiap minggunya bergantian dengan Bahasa Jawa,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Karawitan tidak banyak dipelajari sekolah-sekolah, terutama di Jawa Tengah yang melestarikannya. Di era zaman now seperti sekarang ini, kesenian tradisional kurang diminati kalangan generasi muda.

“Kami berusaha untuk mengikis hal tersebut dengan berupaya tetap melestarikannya. Tentunya dengan sentuhan instruktur-instruktur andal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Purworejo. Kami sangat apresiasi atas kesediaan waktunya melatih dan membimbing Anak kami,” tutup Suprayitno.