Tingkatkan Kerohanian WBP, Lapas Ambon Gandeng CMNI

0
242

Ambon, NAWACITA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon menggandeng Christian Men’s Network Indonesia (CMNI) untuk meningkatkan pembinaan rohani Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya yang beragama Kristen. Bertempat di Gereja Solagracia Lapas Ambon, kegiatan tersebut dibuka pada Rabu (17/7) lalu dan akan berlangsung selama tiga hari kedepan.

Pembukaan kegiatan pembinaan ini dihadiri oleh Sekretaris Kota Ambon, pejabat pada Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku beserta jajarannya, serta 60 WBP sebagai peserta program pembinaan.

Ketua CMNI Maluku, Pdt. Ferry Nahusona, mengucapkan terima kasih kepada Lapas Ambon yang telah bekerja sama karena kegiatan pembinaan ini merupakan kali pertama dilakukan di Maluku bagi CMNI. “Ini semacam modal awal untuk kedepannya dapat menjalin kerja sama dalam meningkatkan program-program pembinaan di Lapas Ambon. Terima kasih pula kepada Pemerintah Kota Ambon yang telah mendukung terwujudnya program kegiatan pembinaan ini,” tutur Pdt. Ferry Nahusona.

Pada saat yang bersamaan, Kepala Lapas Ambon, La Samsudin, berpesan kepada WBP agar dapat mengikuti program pembinaan ini dengan baik. “Kami harap kepada peserta mengikuti program pembinaan ini dengan serius dan baik sehingga output-nya dapat terimplementasi dengan baik dan dapat berguna baik untuk WBP maupun Lapas Ambon dalam rangka proses pembinaan lanjutan,” harpnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Keamanan, Kesehatan Perawatan Narapidana/Tahanan, dan Pengelolaan Basan dan Baran, Lissa Christiane Kiessya. “Kalian harus serius dan sungguh-sungguh dalam mengikuti program kegiatan pembinaan ini,” pinta Lissa.

Sementara itu, Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, sangat mengapresiasi program kegiatan pembinaan yang dilakukan. “Melalui program kegiatan pembinaan ini akan terbentuk mental spiritual WBP baik sehingga dapat bersosialisasi dengan masyarakat setelah keluar dari lapas,” tuturnya.

Tak lupa, Anthony menyampaikan bahwa Kota Ambon bukan hanya menunggu WBP yang baru menyelesaikan pendidikannya yang tinggi, tetapi juga menunggu mereka yang karena keadaan berada di sini untuk membangun Kota Ambon bersama-sama.