Dialog Indonesia Menyapa Perbatasan “Dilema Poros Perbatasan, Masalah dan Solusinya”

2
142

Nunukan, NAWACITA – Kegiatan Dialog Indonesia Menyapa Perbatasan dengan tema “Dilema Poros Perbatasan, Masalah dan Solusinya“ yang diperdengarkan secara langsung melalui RRI Pro 3 Nasional, kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WITA, tujuan dari kegiatan adalah untuk mengetahui sejauh mana langkah-langkah yang dilakukan instansi terkait dalam hal ini Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Pemkab Nunukan dan BP3TKI itu menyelesaikan permasalahan di daerah perbatasan khususnya TKI Non Prosedural.

Hadir sebagai narasumber yaitu Hanton Hazali (Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan), M.Amin (Asisten I Administrasi Umum dan Pemerintahan Pemkab Nunukan) dan AKBP Viktor Sihombing (Kepala BP3TKI Kab.Nunukan ).

Kesempatan pertama diberikan kepada Pemkab Nunukan untuk menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan, kemudian dilanjutkan kepada pihak BP3TKI Kab. Nunukan.

Bapak Hanton Hazali menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan. Namun kebijakan yang diambil harus sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi tersebut.

Ditambahkan oleh Bapak Hanton Hazali, komitmen Ditjen Imigrasi untuk melakukan pencegahan TKI Non Prosedural yang telah dilakukan sejauh ini adalah memberikan sosialisasi terkait peraturan-peraturan hukum yang berlaku serta beberapa tindakan pencegahan seperti penundaan penerbitan Paspor, penundaan keberangkatan dan lain-lain. Patroli di perbatasan juga akan ditingkatkan, namun mengingat adanya keterbatasan personil yang ada, sinergitas peningkatan keamanan tidaklah menjadi tugas dari Imigrasi semata. Namun bentuk tanggung jawab bersama.

Sinergitas yang dilakukan yaitu patroli gabungan bersama LANAL, Polres, Kodim maupun instansi vertikal lainnya. Hal ini untuk menimbulkan shock therapy kepada calon TKI-NP maupun pelintas batas ilegal, sebagaimana diketahui Kabupaten Nunukan memiliki garis perbatasan terbanyak di Indonesia. Seperti beberapa waktu lalu, dimana patroli gabungan berhasil mengamankan Warganegara Malaysia yang melintas secara ilegal. Saat ini mereka diamankan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan sesi tanya jawab melalui telepon maupun para undangan yang hadir baik instansi pemerintah di Kabupaten Nunukan, mahasiswa, tokoh-tokoh masyarakat serta masyarakat Nunukan.

Comments are closed.