Pertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian Kanwil Banten Gelar Pra Rekonsiliasi Data Laporan Keuangan Semester 1 Tahun Anggaran 2019

17
180

Serang, NAWACITA – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Banten menggelar kegiatan  Pra Rekonsilasi Data Laporan Keuangan Semester 1 Tahun Anggaran 2019 bertempat di ruang Aula Lantai III Kanwil Kemenkumhan Banten.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Imam Suyudi yang didampingi oleh Plt. Kepala Divisi Keimigrasian Yayan Indiriana, Kepala Bagian Umum Sunaryo, Kepala Bidang Pelayanan Hukum Eko Saputro dan dihadiri pejabat struktural Kanwil Kemenkumham Banten.

Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari (4-5 Juli 2019) yang diikuti oleh 32 orang peserta Operator SIMAK BMN dan Operator SAIBA dari 16 satuan kerja baik dari Unit Pelaksana Tugas Pemasyarakatan maupun Unit Pelaksana Tugas Keimigrasian dengan 5 orang narasumber yang terdiri dari 2 orang Biro Keuangan, 2 Orang Biro Pengeoloaan BMN dan 1 Orang perwakilan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk melakukan pendampingan kepada peserta.

Kegiatan Pra Rekonsilasi Data Laporan Keuangan di lingkungan Kanwil Kemenekumham Banten ini juga merupakan langkah persiapan dalam mengahadapi pelaksanaan Rekonsilasi Nasional yang akan dilaksanakan Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 14 s/d 17 juli 2019. Mengingat bahwa laporan keuangan Kanwil akan berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan tingkat Kementerian yang akan dinilai langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sudah mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  sebanyak 6 kali dan 4 tahun berturut-turut oleh Badan Pemerikasa Keuangan (BPK). Selain itu, Kanwil Kemenkumham Banten juga mendapatkan penghargaan juara pertama untuk laporan keuangan untuk tingkat Kanwil dengan satuan kerja kecil.

“Penyusunan dan penyampaian laporan keuangan Kementerian Hukum dan HAM Tahun Anggaran 2019 diharapkan akurat, transparan, dan akuntabel. Prestasi yang telah di raih patut kita syukuri, tetapi jangan membuat kita berpuas diri, kita harus mampu mempertahankan apa yang telah kita raih ini, semoga kita bisa mendapatkankan kembali penghargaan untuk laporan keuangan, dan dapat mempertahankan opini Wajar Tapan Pengeculian (WTP) yang diberikan oleh Badan Pemerikasa Keuangan (BPK).” Ujar Imam dalam sambutannya.

Comments are closed.