Begini Kronologis Bocah 7 Tahun yang Hilang dan Ditemukan Meninggal Dunia

9
78

Bogor,NAWACITA – Bocah perempuan berusia 7 tahun ditemukan tewas di kamar kontrakan yang dihuni pria berinisial H di Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Selasa (2/7). Sebelumnya, siswi kelas 2 SD itu dilaporkan hilang sejak Sabtu (29/6).

Ayah korban, Taufik, bercerita terakhir kali bertemu korban pada Sabtu (29/6) siang. Taufik saat itu hendak berangkat kerja dan menitipkan korban ke rumah kakeknya.

“Saya sempat pamit sama anak saya pas mau kerja hari itu, sekitar jam 1 siang. Saya bilang, ‘Teteh (panggilan Taufik ke korban, red) nggak usah pulang ya, Ayah mau kerja.’ Setelah itu, saya langsung kerja,” kata Taufik di rumah duka, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (3/7/2019).

Hingga akhirnya Taufik mendapat kabar bahwa anaknya belum kembali ke rumah ketika pukul 18.00 WIB. “Dapat kabar dari rumah, katanya si Teteh (korban, red) belum pulang. Saya langsung pulang buat pastiin,” kata Taufik.

Sejak saat itu, Taufik bersama keluarga dan warga langsung menyebar untuk mencari keberadaan korban. Tidak hanya di sekitar rumah, warga juga sempat mencari dan menyisir Sungai Ciliwung dan lokasi wisata air terjun untuk mencari korban.

“Kita juga sempat cari ke loteng, ke sungai, sampai ke air terjun Cilember. Jaraknya memang jauh, tapi kita semua upaya. Semua warga menyebar, alhamdulillah semua rela membantu,” ungkap Taufik.

Taufik juga sempat meminta bantuan kepada paranormal untuk mengetahui keberadaan korban. “Kita juga sempat minta bantuan paranormal. Semua cara kita coba buat cari anak saya,” tambahnya.

Tiga hari kemudian, tepatnya Selasa (2/7) petang, teman seusia korban yang tinggal di dekat rumah kakek korban mencium bau busuk dari kontrakan H. H adalah pria asal Pemalang yang sehari-hari berjualan bubur.

“Awalnya kita mengira kalau bau bangkai itu berasal dari daging sisa, kan yang huni kamar itu tukang bubur ayam. Kemudian kita hubungi saudara dan kakak ipar si Yanto ini dan minta izin dobrak pintu kamarnya,” kata Taufik.

Akhirnya, sekitar pukul 19.30 WIB, pintu kamar kontrakan tersebut didobrak. Saat itulah kemudian jasad korban ditemukan di dalam bak mandi.

“Yang pertama masuk ke kamar itu kakak ipar si Yanto. Dia yang pertama lihat saya rasa. Kalau saya memang nggak sempat lihat karena kan dihalangi sama yang lain, saya nggak sadar malam itu,” kata Taufik.

Ditemuin di kamar mandi, ditutup seprai, ada ember. Di situ ada centong besar itu dipakai buat angkat seprai karena nggak ada yang berani lihat langsung,” sambungnya.

Penemuan jasad korban itu kemudian dilaporkan ke Polsek Megamendung. Saat ini polisi masih mencari pelaku pembunuhan kor