WBP LPP Tangerang Ujian Kompetensi Tata Kecantikan Kulit

0
431

Tangerang, NAWACITA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tangerang bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Latulipe Cosmetiques, serta Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) menyelenggarakan Ujian Negara Kompetensi Tata Kecantikan Kulit Level II Tahun 2019, Kamis (27/6). Bertempat di Aula Lapas Perempuan Tangerang, ujian ini diikuti 30 Warga Binaan Pemasyarakatan dan lima peserta dari masyarakat.

Pelatihan Make Up ArtistFacial, dan Manicure Pedicuresudah dijalani WBP selama tiga hari, dilanjutkan dengan ujian kompetensi lokal dari Latulipe sebagai bukti kepedulian masyarakat terhadap program pembinaan di lapas. “Terima kasih Latulipe Cosmetiques, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, LSK, panitia, serta peserta sehingga atas terlaksananya Uji Negara Kompetensi Tata Kecantikan ini,” tutur Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Imam Suyudi, yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ujian ini terbagi menjadi ujian teori dan praktik. Uji teori meliputi pengenalan alat dan kosmetik riasan wajah, product knowledge, sanitasi dan hygiene, anatomi dan fisiology kulit, analisa kulit dan bentuk wajah, penyakit dan kelainan kulit, serta koreksi bentuk wajah, mata, hidung,dan  bibir. Adapun uji praktik meliputi facialmanicure pedicure, make up pagi (natural), make upmalam (glamour), make up koreksi bagian wajah yang cacat (cikatri), serta make up khusus wajah kulit usia menua (geriatric).

Desi Avi selaku Kepala TUK Latulipe Cosmetiques yang juga mewakili Relationship Manager PT Rembaka menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu dari program CSR yang telah berjalan dalam dua tahap di lapas. “Peserta harus fokus dan konsentrasi dalam menjalani ujian dan tidak lupa untuk percaya diri. Tidak ada yang tidak bisa. Kalian harus yakin dapat melalui ujian ini,” ucapnya memantapkan para peserta ujian.

Pada kesempatan ini, penilai Uji Negara Kompetensi Tata Kecantikan dari LSK adalah Tri Yudaningsih, Nunuk Sri Sunawarti, Dedeh Rastam, dan Neneng Susilawati. Hadir pula Victor Kahimpong selaku Kepala Sub Direktorat Kurikulum Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.