Budi Argap Situngkir Kukuhkan Satgas Kepatuhan Internal Pemasyarakatan

1
214

Kupang, NAWACITA – Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur, Budi Argap Situngkir mengukuhkan Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan ( SATOPS PATNAL) yang disaksikan oleh Kepala Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan dalam Kota Kupang, Kamis (27/06).

Bertempat di Lapangan Upacara Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Kupang, Pengukuhan ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Dalam sambutannya Budi mengatakan, selama ini Satgas Keamanan dan Ketertiban (SATGAS KAMTIB) hanya melaksanakan tugas pencegahan dan penindakan gangguan keamanan yang terbatas pada ruang lingkup keamanan statis, dan belum mencakup potensi gangguan keamanan yang bersifat dinamis sehingga Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Surat Edaran Direktur Jendetal Pemasyarakatan Nomor : PAS07.0T.02.02 Tahun 2019 telah diubah menjadi Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan yang disingkat menjadi SATOPS PATNAL akan dibentuk pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah, Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara yang bertujuan melaksanakan pencegahan dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban secara efektif serta perbaikan seluruh aspek pelaksanaan tugas pemasyarakatan meliputi pembinaan petugas dan peningkatan layanan Pemasyarakatan demi terwujudnya ketertiban, keselamatan dan keamanan.

Hal itu berkaitan dengan aspek pelaksanaan tugas pengamanan dan pembinaan seperti pengawasan pemeriksaan dan layanan kunjungan bagi pengunjung, serta penjagaan, pengawalan, penempatan kamar, penyediaan bahan makanan dan pemberian hak integrasi bagi narapidana dan tahanan.

“Satgas kepatuhan internal pemasyarakatan ini bisa melakukan pengawasan, pencegahan, dan penindakan aspek pengawasan yang tidak hanya statis tapi bisa bersifat dinamis. Seperti pelanggaran prosedur dan penyalahgunaan wewenang petugas, serta menjamin meningkatnya ketertiban dan prasarana untuk terwujudnya keamanan pada lapas dan rutan,” ucap Budi.

“Dibentuknya SATOPS PATNAL ini diharapkan dapat mencegah adanya gangguan keamanan dan ketertiban serta meminimalisir terjadinya pelanggaran prosedur dan penyalahgunaan wewenang pelaksanaan tugas sebagai seorang petugas Pemasyarakatan,” pungkasnya.

Comments are closed.