Luasnya Jaringan Peredaran Gelap Narkoba, dari Antar Benua, hingga dalam Penjara

0
247

Jakarta, NAWACITA – Permasalahan mengenai peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), bukan hanya masalah di Indonesia. Tetapi telah menjadi bagian dari permasalahan banyak negara di dunia. Jaringan yang dibangun para gembong narkoba pun terbilang sangat luas sekali, antar negara, hingga benua. Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mengibaratkan begitu luasnya jaringan peredaran gelap narkoba, sehingga orang yang didalam penjara sekalipun mampu untuk mengomandoinya.

“Begitu luasnya (jaringan peredaran gelap narkoba), sehingga orang di penjara pun bisa mengomandoi upaya peredaran narkoba,” kata Wapres saat membuka kegiatan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2019, Rabu (26/06/2019) di The Opus Grand Ballroom. “Orang yang di penjara saja bisa mengatur, apalagi orang yang bebas,” tekan pria yang akrab disapa Pak JK ini.

Lebih lanjut Jusuf Kalla mengatakan, kejahatan narkoba merupakan kejahatan extra ordinary crime. “Itulah makanya isi (lembaga pemasyarakatan/lapas) Nusakambangan hanya (untuk narapidana) yang (kelas) berat, seperti gembong-gembong narkoba dan juga teroris,” ujar Kalla. Bahkan, lanjutnya, hampir 50 persen dari isi lapas di seluruh Indonesia diisi dengan pecandu, ataupun pedagang dan pengedar narkoba. “Luar biasa,” katanya miris.

Bagaimanapun, persoalan narkoba merupakan tanggung jawab semua pihak. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) selaku focal point dibidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018, dari 13 ibukota provinsi di Indonesia, mencapai angka 3,2% atau setara dengan 2,29 juta orang. “Tanpa upaya bersama, tentu kita tidak mungkin mengatasinya,” ujar Kalla.

Melalui peringatan HANI tahun 2019 ini, BNN mencoba untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi Milenial, untuk selalu waspada terhadap penyalahgunaan narkoba. Karakteristik generasi milenial yang dekat dengan teknologi menjadikan mereka mudah untuk menyebarluaskan informasi P4GN di masyarakat. Kaum milenial diharap dapat menjadikan budaya anti penyalahgunan narkoba sebagai bagian dari gaya hidup sehat kaum milenial. Dengan harapan, Bangsa Indonesia akan berkembang menjadi lebih besar dan didukung dengan generasi mudanya yang berkualitas, sehat tanpa penyalahgunaan narkoba.

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly; Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Hadi Tjahjanto; Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian; serta Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko.