Mewujudkan ASN Yang Beretika

1
244

Pemalang, NAWACITA – Sebagai salah satu satuan kerja yang diusulkan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan telah lolos ke tahap penilaian Tim Penilai Nasional (TPN), Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pemalang tidak ingin setengah-setengah dalam mempersiapkan diri. Salah satu yang menjadi fokus perhatian adalah penguatan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

Format penguatan diimplementasikan dalam suatu wadah kegiatan yang bertajuk Pembinaan Kepegawaian. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kanim Pemalang, Senin (24/06). Hadir sebagai narasumber, Plh. Kadiv Administrasi, Mutia Farida dan Psikolog Indah Kartikasani.

Membawakan materi etika ASN, Mutia menjelaskan bagaimana seharusnya seorang ASN menerapkan etika dalam bernegara, bermasyarakat, berorganisasi baik antar pegawai maupun diri sendiri.

Penjatuhan hukuman disiplin terhadap perbuatan, tulisan atau ucapan seorang ASN yang melanggar etika memiliki probabilitas diterapkan.

“Proses penjatuhan (hukdis) saat ini belum diatur secara tersendiri, “katanya. Namun hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa proses, “katanya lagi.

Proses yang dimaksud adalah dari mulai pemanggilan, pemeriksaan, penjatuhan hukuman, penyampaian hukuman hingga keberatan atas hukuman itu sendiri.

Materi attitude, bagaimana mengenal diri sendiri menjadi sajian berikutnya. Sebagai pembicara, Indah Kartikasanni. Dia memaparkan tentang attitude/sikap melalui pendekatan teori STIFIN. Sebuah pendekatan untuk mengetahui karakter orang.

Dengan penyampaian melalui sebuah permainan sehingga terkesan tidak monoton, Kartika mencoba membuat suasana menjadi lebih cair diantara peserta, sehingga harapannya terbangun kebersamaan diantara pegawai.

Comments are closed.