Yasonna Evaluasi Pemindahan Balik Setya Novanto ke Lapas Sukamiskin

0
392
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyampaikan pandangannya saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/4). Raker tersebut membahas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pengawasan Imigrasi dan upaya penataan serta pengawasan dibidang pemasyarakatan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pd/16

Jakarta,NAWACITA-Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan, tindak lanjut dari pemindahan Setya Novanto ke Rutan Gunung Sindur dari Lapas Sukamiskin masih akan melalui tahapan evaluasi lanjutan. Yasonna menyebut pemindahan kembali Novanto ke Rutan Gunung Sindur merupakan konsekuensi dari pelanggaran yang dilakukan Setnov dan menempatkannya di tempat dengan tingkat keamanan super ketat.

Kasus pelesiran Setya Novanto bersama dengan istrinya diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga untuk mantan Ketua DPR itu. Berbagai wacana pun muncul, termasuk pemindahan Lapas, mengingat kasus pelesiran Setnov itu menjadi salah satu bentuk pelanggaran fatal. Untuk itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan, pemindahan Setya Novanto ke Lapas Gunung Sindur masih akan melalui tahapan evaluasi lanjutan.

Yasonna menyebut konsekuensi dari pelanggaran yang dilakukan Setnov menempatkannya di Lapas dengan tingkat keamanan super ketat.

“Tentu ini kita lihat kriterianya. Belakangan ini memang kesehatannya menurun. Dokter sudah berkali-kali sampaikan, tapi kita sampaikan itu konsekuensi dari pelanggaran disiplin. Kalo di Lapas biasa itu masuk strap cell namanya. Lubang tikus.. Ini kan kita kasih Lapas high security lah.” Ujar Yasonna menjelaskan kepada wartawan, usai hadir dalam Rapat Internal bersama dengan Presiden Joko Widodo di Istana pada Senin (24/6/2019).

Seperti diketahui, Setya Novanto dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur dari Lapas Sukamiskin karena ketahuan pelesiran. Yasonna menyebut pelesiran Novanto itu sudah direncanakan.

Peristiwa pelesiran Novanto itu terjadi pada Jumat, 14 Juni kemarin. Awalnya Novanto mendapatkan rekomendasi dari lapas untuk menjalani pengobatan di luar lapas pada Selasa, 11 Juni 2019. Setelahnya, Novanto dinyatakan oleh dokter untuk menjalani rawat inap.

Novanto kemudian menjalani rawat inap hingga pada Jumat, 14 Juni 2019 diizinkan untuk kembali ke lapas. Namun Novanto kabur hingga dilakukan pencarian mulai sekitar pukul 15.00 WIB. Masih di hari yang sama pada pukul 17.43 WIB Novanto kembali ke rumah sakit itu. Akibat tindakan itu, Novanto pun dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur