Pemerintah Berencana Menyesuaikan  tarif listrik Bagi Nonsubsidi

0
144

Jakarta, NAWACITA – Pemerintah berencana menerapkan penyesuaian tarif listrik (tariff adjustment) untuk pelanggan nonsubsidi pada 2020. Penyesuaian tarif kandidasarkan pada kurs rupiah, inflasi dan harga ICP.

”Tahun depan itu akan kembali ke tariff adjustment. Pada 2020 itu akan kembali lagi,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridha Mulyana di Jakarta kemarin.

Ridha memastikan untuk sepanjang tahun ini tidak ada kenaikan tarif tenaga listrik, baik subsidi maupun nonsubsidi. Hal itu sesuai keputusan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

”Berdasarkan keputusan Pak Menteri tahun ini kan sudah diputuskan tidak ada kenaikan tarif. Penyesuaian tarif nonsubsidi diputuskan harus melalui izin Menteri ESDM,” katanya.

Menurut dia apabila tarif dasar listrik non subsidi nantinya disesuaikan kemungkinan akan dilakukan bertahap. Adapun penyesuaian tarif listrik secara bertahap tersebut supaya tidak membebani masyarakat.

”Kalaupun naik tidak sekaligus, tetapi dilakukan secara bertahap tiga bulanan. Dan tolong digarisbawahi kalau tariff adjustment itu bisa naik, bisa turun,” katanya.

Dia menambahkan, penyesuaian tarif dasar listrik nonsubsidi tidak perlu melalui persetujuan DPR. Tariff adjusment hanya dilakukan melalui persetujuan Menteri ESDM.

Tariff adjustment tidak perlu persetujuan DPR, kecuali jika yang disesuaikan tarif subsidi,” jelas Ridha.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menegaskan, tidak ada kenaikan tarif listrik sepanjang tahun ini.

”Isu kenaikan tarif dipastikan tidak benar. Pemerintah hingga saat ini tidak memiliki rencana untuk kenaikan tarif listrik. Bahkan pelanggan mampu pun tidak pernah naik sejak 2017,” kata dia.

Agung menambahkan, tarif listrik rumah tangga mampu golongan 900 VA diberikan diskon sebesar Rp52 per kWh sejak 1 Maret 2019 menjadi Rp1.352 per kWh.

Sementara golongan rumah tangga 1.300 VA ke atas tarifnya Rp1.467,28 per kWh. Adapun tarif listrik untuk rakyat kecil, yaitu golongan pelanggan 450 VA dan 900 VA masih diberikan subsidi listrik, masing-masing dengan tarif Rp415 per kWh dan Rp605 per kWh dengan total pelanggannya sekitar 29 juta.

Tak berhenti di situ, tarif listrik Indonesia yang mengikuti tariff adjustmentmasih relatif murah dibanding negara-negara ASEAN lainnya.

”Per Mei 2019 ini tarif kita masih lebih murah dibanding Thailand Rp1.656, Filipina Rp2.437, dan Singapura Rp2.546,” ujar dia.