Lagu “Melayani Dengan Hati” Mengawali Kegiatan Evaluasi Pelayanan Publik Berbasis HAM

0
115

Semarang, NAWACITA – Diiringi lagu “Melayani dengan Hati” gubahannya sendiri, Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Susilo Pramono yang telah memasuki masa purna bakti 1 Juni 2019, dilepas secara resmi, Selasa (11/06).

Senandung jingle penyemangat Pembangunan Zona Integritas ini berpadu dengan gerak tari persembahan Tunas Pengayoman Kantor Wilayah Jawa Tengah. Dalam penyampaian pesan dan kesan, Susilo Pramono mengungkapkan bahwa dirinya telah siap menghadapi masa pensiun, namun ada beberapa hal yang berat untuk dihadapi dalam menjalani masa purna bakti.

“Yang berat adalah harus meninggalkan kebersamaan saat bekerja,” kenangnya.

“Selama 39 tahun 3 bulan saya mengabdi, bekerja di Kementerian Hukum dan HAM memberikan rasa nyaman. Kebersamaan menghadirkan kenikmatan, ” katanya. Dan itu merupakan hal terberat yang harus dihadapi disaat masa pensiun, ” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Sutrisman, masih dalam suasana lebaran, mengutarakan permohonan maaf mengawali sambutan dan amanatnya dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal dan Evaluasi Penguatan Pelaksanaan Pelayanan Publik Berbasis HAM.

“Sehubungan masih dalam bulan Syawal, kami atas nama pribadi, keluarga dan sebagai Kepala Kantor Wilayah mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, atas segala kesalahan dan kealpaan baik yang disengaja maupun tidak, ” ucapnya.

Selanjutnya Kakanwil mengingatkan arti lain dalam bekerja selain sekedar menggugurkan kewajiban.

“Bekerja itu bukan hanya tentang menunaikan tugas, tapi juga harus bisa menikmatinya,” pesannya.

“Betapa rugi kita yang sudah bersusah payah dalam bekerja tapi tidak bisa menikmatinya. Gapai kenyamanan dalam bekerja baik secara fisik maupun psikis”, lanjutnya.

Menanggapi pelepasan Kepala Divisi Administrasi, dirinya menyampaikan bahwa legacy yang telah diberikan oleh Kepala Divisi Administrasi tidaklah sedikit.

“Legacy itu terkadang kita sendiri tidak tahu, tapi orang lain yg merasakan. Memberikan kesan yg tidak terlupakan, termasuk apa yang telah Pak Pramono berikan kepada kantor ini, ” ulasnya.

Selain itu, Sutrisman secara berurutan menjelaskan bagaimana menyikapi persoalan yang viral beberapa waktu belakangan ini.

Beberapa hal yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah antara lain terkait pelaksanaan Standard Operasional Prosedur (SOP) tugas dan fungsi, pemberian pelayanan kepada masyarakat, bagaimana mengambil sikap dan bertindak bagi seorang pimpinan, penerapan etika dan kode etik dalam bekerja, langkah konkrit Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta implementasi Pelayanan Publik Berbasis HAM.