Surabaya,NAWACITA-Sejumlah nama kader Nahdlatul Ulama berseliweran masuk radar calon menteri pemerintahan Jokowi periode kedua. Salah satu di antaranya ialah Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut

Wajar bagi NU jika punya jalan lempang mengantarkan kader-kadernya ke pos strategis pemerintahan. Pada Pemilihan Presiden 2019, kontribusi NU pada pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin dinilai besar. Apalagi, pasangan Jokowi ialah tokoh senior Nahdliyin yang merupakan mantan Rais Aam NU.

Menurut Yaqut, pada prinsipnya siapa yang akan ditunjuk jadi menteri adalah hak prerogatif Jokowi selaku presiden. Tapi jika siapapun kader NU diminta untuk mengabdi ke negara melalui jabatan menteri, kader NU harus siap menerima amanah dan tugas tersebut.

“(Jadi menteri) Itu keputusan hak prerogatif presiden, saya tidak akan nggege mungso (mendahului kenyataan). Tapi kalau memang ditugaskan, lawong kita disuruh hadang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) saja siap, apalagi jadi menteri,” kata Gus Yaqut di sela silaturahim dengan pengurus Ansor se Jatim di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 2 Juni 2019

Sebelumnya di Jakarta Yaqut mengatakan, NU harus mengajukan sejumlah portofolio pada pemerintahan Jokowi periode kedua. Tidak hanya di pos yang mengurusi soal keagamaan, tapi juga di bidang lain. Menurutnya, saat ini banyak kader NU potensial yang bisa direkrut untuk diminta perannya di bidang lainnya, seperti BUMN, ESDM, keuangan.

“NU memiliki banyak kader yang potensial yang bisa ditempatkan sebagai Menteri BUMN, ESDM, keuangan, pertanian, Kominfo, dan kementerian-kementerian strategis lainnya,” katanya beberapa hari lalu.(Sumber:Vivanews.com)

 

Baca juga :  Sampaikan Program "Eazy Passport," Kepala Kantor Imigrasi Sibolga Kunjungi Kantor Walikota