Jakarta,NAWACITA-Bukan rahasia lagi,banyak keluhan soal pungutan liar (pungli) di rutan. Hal ini juga menimpa Rutan Cipinang,Jakarta Timur. Menanggapi hal ini, Kepala Rutan Cipinang, Oga Darmawan memberi penjelasan. Menurutnya, selama ini pihak rutan sudah mengintegrasikan pelayanan lewat alat self service. Siapa saja yang ingin mendapatkan layanan tinggal klik.

“Misal kita klik nama Budi. Nanti akan muncul informasi ditangkap polisi kapan,ditahan kapan,menjalani sepertiga hukuman kapan,dapat remisi kapan, menjalani hukuman setengahnya kapan, menjalani dua pertiga hukuman kapan termasuk pembebasan bersyaratnya. Jadi sebetulnya mereka sudah tidak perlu lagi berhubungan dengan petugas kita,karena mereka sudah tahu. Jadi sekarang kalau punglinya dimana saya juga bingung. Karena sekarang semuanya online,”kata Oga.

Di setiap lantai juga ada wartel suspas.  Wartel khusus kemasyarakatan  ini terekam dan terintegrasi dengan dirjen PAS. Polisi sering menangkap bandar narkoba dari hasil rekaman di wartel suspas. Soal kunjungan ke rutan juga sudah bisa diakses dari rumah.

“ Misal mau kunjung hari Senen,klik, di situ akan muncul nomor antrian dan jam kunjungan. Jadi tidak perlu datang tidak sesuai jam yang tertera. Karena kalau nunggu tidak mungkin. Dari sistem online kemudian kita registrasi, langsung kita cek ke dalam pakai online. Kita panggil orangnya.Langsung ketemu,”kata Oga.

Untuk mereka yang mau kirim makanan ke tahanan di dalam juga ada apilkasinya. Tinggal klik saja, misal beli rokok ,air mineral,mie instan dan lain-lain. Setelah itu bayar cash. Nanti ada data Budi dapat ini dan itu. Hal-hal itulah yang dapat memaksimalkan layanan. Oga pun berharap, ke depannya wartel suspas bisa video call. Jadi yang jauh tinggal video call saja, untuk melihat orang dekat yang sedang berada di rutan.

Baca juga :  2 Pejabat Pemkab Sidoarjo di Eksekusi KPK

Comments are closed.