Ini Tugas Tenaga SOS dan Taping di Rutan Cipinang

11
299

Jakarta,NAWACITA- Banyak suara-suara sumbang terkait penggunaan tenaga taping (tahanan pendaming) dan SOS di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Namun Oga Darmawan, Kepala Rutan Cipinang menjelaskan, tenaga mereka masih dibutuhkan karena rutan kekurangan orang. “Jadi kita perlu tenaga sukarela untuk melancarkan operasional rutan. Memang  untuk bagian administrasi, komputer dan perizinan saya tidak membolehkan menggunakan tenaga taping,”kata Oga.

Tenaga SOS sendiri, menurut Oga, adalah narapidana yang sudah diputus kasusnya, tapi bukan perkara penipuan,narkoba dan pencurian. Tugasnya menjadi penghubung pasien dan dokter rutan. Di rutan Cipinang ada 4 dokter. Mereka berjaga dengan sistem shift pagi,siang dan malam. Agar efektif, untuk mengecek tahanan yang sakit, tenaga SOS yang datang.

“Biasanya untuk sakit ringan, seperti demam,batuk dan pilek. Setelah di cek tenaga SOS, baru dilaporkan ke dokter yang akan memberi obat. Sistem ini kita berlakukan karena lokasi tahanan yang jauh dan kadang jumlahnya banyak. Sementara dokternya terbatas,”kata Oga.

Selain sakit ringan, rutan Cipinang sendiri menampung sekitar 112 orang pengidap HIV AIDS. Juga ada penghuni yang mengindap TBC. Jumlahnya sekitar 100 orang. Untuk menemui mereka pengunjung harus mengenakan masker  dan sarung tangan, agar terhindar dari penularan virus TBC.” Sarung tangan juga untuk menghindari penularan,karena kalau mereka minta salaman,bisa saja habis mengusap mulutnya. Virusnya bisa nempel,”ujar Oga.

 

Comments are closed.