Begini Cara Rutan Cipinang Memenuhi Kebutuhan Makan Penghuni

1
97

Jakarta,NAWACITA-Mengurus sekitar 4479 orang tahanan titipan bukan perkara mudah. Terutama soal makan mereka. Kondisi ini semakin memprihatinkan, karena kementerian keuangan ternyata hanya memberikan uang makan tahanan sesuai dengan kapasitas rutan. “Jadi kalau kapasitas rutan 1100 orang, dikasih kementerian keuangan ya segitu. Untuk menutup kekurangannya,kami harus kreatif,”kata Oga Darmawan, Kelapa Rutan Cipinang, saat ditemui NAWACITA, pekan lalu.

Menurut Oga, agar bisa memenuhi kebutuhan makan penghuni rutan, pihaknya berhutang pada pihak ketiga. Namun proses untuk menutupi dana yang dibutuhkan untuk makan juga tidak segampang yang dibayangkan. Hal ini lantaran jika hutang pada bulan Juni, maka akan dibayar pada bulan Desember  tahun berikutnya. Jadi pihak ketiga yang berkomitmen memberi utangan harus punya dana cadangan.

Oga merinci, untuk kebutuhan makan setiap tahanan mendapat  jatah Rp 17 ribu untuk makan tiga kali sehari. Biasanya dilakukan lelang. Jika ada pihak yang bisa memberi tawaran terendah misalnya 16 ribu, Oga akan mengambilnya.

“Nah,coba bayangkan. Kita bawa uang Rp 50 ribu terus makan di warteg saja kadang masih mikir apa cukup duitnya. Ini 17 ribu tiga kali makan sehari. Hal seperti ini yang sering tidak diketahui masyarakat umum,” katanya.

Oga menambahkan, untuk memasak bahan makanan, pihak rutan sendiri yang mengerjakan. Ia menganalogikan, jika orang pesan katering 1000 undangan saja persiapan bisa sebulan. Terutama untuk beli bumbu dan memasaknya. “Ini tiga kali masak untuk 4000 orang lebih. Jadi seperti hajat besar. Makanya kita juga rekrut tenaga sukarela untuk masak, karena tenaga kita tidak cukup,”pungkas Oga.