Begini Tanggapan TKN Jokowi Setelah Trio PEPES Diancam 6 Tahun Penjara

9
350
Relawan Emak - Emak Trio PEPES

Jakarta, NAWACITA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf menanggapi kasus yang menimpa tiga relawan emak – emak dari PEPES yang melakukan kampanye hitam dengan menyebut Joko Widodo (Jokowi) akan melegalkan LGB. Ketiga relawan emak-emak tersebut akhirnya diancam 6 tahun penjara oleh Jaksa.

Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily menyampaikan rasa prihatinya terhadap tinggi ancaman pidana yang diberikan jaksa ke para relawan itu. Ia menduga mungkin para relawan emak-emak itu mendapat informasi yang keliru dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan politis. Ia pun menyarankan kepada penegak hukum untuk menelusuri dari mana informasi itu berasal.

“Seharusnya penegak hukum juga menelusuri dari mana informasi yang Ibu-Ibu itu dapatkan,” kata Ace.

Sementara itu, “Kalau soal hukum tentu soal berapa hukuman itu kan kewenangan hakim termasuk tuntutan jaksa. Kita terima aja apa adanya dan ambil hikmahnya,” kata Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Jumat (17/5/2019) malam.

Akan tetapi, Karding meminta agar kasus tersebut dijadikan contoh sebagai pembelajaran untuk ke depannya. Dengan adanya kasus itu, Karding berharap pada pemilu-pemilu selanjutnya orang tidak mudah menyebarkan hoax untuk memenangkan salah satu calonnya.

“Bahwa tidak boleh ada kampanye hitam apalagi hal tersebut sampai pada mengancam pada persaudaraan, persatuan merusak pikiran orang yang salah dibenarkan, ini tidak baik. Itu hikmah yang harus kita terima kita ambil dari kejadian ini. Kita berharap dengan contoh pada hari ini mudah-mudahan pada pemilu ke depan gerakan-gerakan untuk membangun narasi hoax itu berkurang, orang tidak berani untuk berbohong karena untuk memenangkan calonnya saja,” ujar Karding.

Berdasarkan dakwaan yang dikutip nawacitapost.com, Jumat (17/5/2019), ketiganya dijerat pasal berlapis. Jaksa menyodorkan 3 dakwaan atas Citra, Engkay dan Ika. Yaitu:

1. Pasal 45A ayat (2) jo. Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Pasal itu berbunyi:

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

2. Pasal 14 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Pasal itu berbunyi:

Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

3. Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Pasal itu berbunyi:

Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun.

Ketiga relawan emak-emak itu yakni Citra Widianingsih, Engkay Sugiyanti, dan Ika Feranika. Kini merekan harus pasrah duduk di kursi pesakitan berkampanye hitam dengan menyebut Jokowi akan melegalkan LGBT.

Comments are closed.