3 Oknum PPK di Bengkulu Diringkus Polisi Karena Gelembungkan Suara Caleg Gerindra Dengan Menjanjikan Rp 100 Juta

1
514
Aziz Nugroho, Andi Lala dan Arizona ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Se-luma, Provinsi Bengkulu dalam dugaan manupulasi data hasil Pemilihan Umum 2019, Kamis (16/5/2019).

Jakarta, NAWACITA – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ulu Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu tiga diantaranya diringkus polisi saat tengah berada di sebuah kawasan Mall di Jakarta yakni Aziz Nugroho, Andi Lala dan Arizona ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Seluma, Provinsi Bengkulu dalam dugaan manupulasi data hasil Pemilihan Umum 2019, Kamis (16/5/2019).

“Mereka ini sempat melarikan diri ke Jakarta, dan berhasil ditangkap oleh anggota dan dibantu oleh Polda Metro Jaya,” kata Kapolres dalam keterangan press rilis di Aula Mapolres Seluma, Kamis.

Ketiga orang petugas PPK tersebut sudah mengubah hasil pemilu dengan memanipulasi suara Caleg DPR RI nomor urut tiga dari Partai Gerindra, Lia Lastaria dari perolehan 185 suara menjadi 1.137 suara.

“Mereka kami amankan karena telah memanipulasi suara salah satu Caleg DPR RI nomor urut tiga dari Partai Gerindra,” katanya.

Ketiga oknum Petugas PPK tersebut telah terbukti melakukan manipulasi data terhadap hasil pemilu dengan cara mengubah semua kertas mulai dari C1 plano hingga DA1 plano, sehingga berubah dan tidak sesuai dengan hasil awal.

Sementara itu, dari perkembangan yang dilakukan oleh pihak Polres Seluma, ketiga tersangka oknum PPK Ulu Talo ini, diberikan iming-iming uang sejumlah Rp 100 juta dari seorang elit politik yang saat ini tengah dilakukan pengejaran oleh pihak Polres Seluma.

Sedangkan untuk uang itu sendiri telah mereka terima sebesar Rp 55 juta, digunakan untuk melarikan diri ke Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Uang yang telah mereka terima sekitar Rp. 55 juta, dan telah mereka gunakan untuk berfoya-foya serta kabur ke Jakarta,” jelasnya.

Atas dasar perbuatannya tersebut, ketiga Petugas PPK ini menjadi tersangka dan akan dijerat dengan Pasal 551 UU Nomor 7 Tahun 2017, tentang tindak Pidana pelanggaran Pemilu dengan ancaman kurungan Pidana selama dua tahun dan denda sebesar Rp. 24 Juta.

Comments are closed.