Berantas Peredaran Narkotika, BNN Gandeng Grab Sebagai Mitra

3
304

Jakarta, NAWACITA– Badan Narkotika Nasional (BNN) menandatangani kerjasama dengan Grab sebagai salah satu penyedia jasa penitipan barang berbasis aplikasi (online).

Kerjasama ini dilakukan untuk memberantas modus operandi peredaran gelap narkoba semakin beragam terutama dalam jasa penitipan barang. Apalagi sindikat para pengedar barang haram ini terus melakukan berbagai upaya agar barang ini sampai ketangan pembeli.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, BNN melakukan antisipasi mulai dari bawah dengan menggandeng para ojek online yang merupakan salah satu wadah pengiriman barang yang marak ditengah perkembangan zaman.

Selain itu pula, kerja sama ini tak hanya bertujuan untuk menjalin sinergitas antar instansi dalam upaya P4GN, tetapi juga meningkatkan pemahaman kurir Grab tentang bahaya penyelundupan narkoba yang bisa saja menyeret dirinya.

Secara ceremonial, kerjasama antara BNN dan Grab resmi ditandatangani oleh Kepala BNN, Heru Winarko, bersama Direktur PT. Soulusi Transportasi Indonesia, Ridzki D. Kramadibrata, di Gedung BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (7/5).

Kedua pihak sepakat untuk saling bersinergi dalam upaya P4GN, salah satunya penyebarluasan informasi bahaya narkoba dan pengawasan terhadap pengiriman barang yang diindikasi sebagai narkoba.

Dalam hal lain, Grab Indonesia juga sepakat untuk membentuk relawan anti narkoba, melakukan pembinaan dan peningkatan peran serta penggiat anti narkoba, pertukaran data informasi pada sistem manifest data terkait P4GN, Serta melaksanakan tes uji narkoba.

Grab Indonesia juga akan memberikan kemudahan akses kepada BNN dalam melakukan tindakan hukum terkait tindak pidana narkotika.

“Suatu kehormatan bagi kami bisa menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional”, ujar Ridzki D. Kramadibrata saat memberi sambutan.

Menurut Ridzki kerjasama yang terjalin anatara BNN dan Grab Indonesia dapat memberi motivasi bagi para driver untuk turut membantu upaya pemerintah memberantas peredaran gelap narkoba.

Ridzki juga menyampaikan pihaknya kerap menemukan barang mencurigakan namun tidak tahu harus dilaporkan kemana. Sanksi tegas juga akan diberikan pihak Grab Indonesia kepada para drivernya jika kedapatan melakukan penyalahgunaan narkoba.

“Kami akan tindak tagas jika ada driver Grab yang melakukan pelanggaran dan akan segera kami putus mitra” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNN, Heru Winarko, mengatakan pihaknya melihat kerjasama ini merupakan peluang besar bagi BNN untuk mensosialisasikan P4GN melalui Grab Indonesia. Grab Indonesia sudah tersedia di 222 kota di Indonesia dan memiliki lebih dari 5 juta mitra driver.

“Jika Driver Grab membawa barang mencurigakan bisa koordinasi dengan kami untuk memastikan barang yg dibawa bukan narkoba. Secara teknis pelaksanaannya akan koordinasikan lebih lanjut setelah penandatanganan PKS”, ujar Heru saat diwawancara.

Dengan adanya kerjasama ini, BNN berharap dapat mempersempit ruang gerak Bandar dalam mengedarkan Narkoba. Disamping itu, pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba diu masyarakat akan semakin luas.

 

 

(Red: Otoli, sumber BNN)

 

Comments are closed.