Sri Wahyuni Ditahan KPK, Mendagri Angkat Wabup Talaud Jadi Bupati

11
158

Jakarta NAWACITA – Menyikapi agar tak terjadi kekosongan jabatan bupati di Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menunjuk sementara Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Petrus Simon Tuange.

Langkah itu agar roda pemerintahan di Talaud tetap berjalan, pasca KPK (komisi pemberantasan korupsi) menahan Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek pengadaan barang.

“Pada saat yang bersangkutan ditahan, kami akan menunjuk wakilnya sebagai pejabat sehari-hari agar tidak ada kekosongan pemerintahan di Talaud,” ujar Tjahjo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/5) kemarin.

Tjahjo menyatakan dirinya sangat prihatin atas adanya kepala daerah yang kembali harus berurusan dengan KPK. Ia pun menyerahkan segala proses hukum kepada KPK.

Ya kami sedih, kami prihatin ya. Kami sudah menyerahkan kepada KPK sebagai aparat penegak hukum silahkan diproses tetap menggunakan asas praduga tak bersalah,” ujar Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo meminta Sri Wahyumi Maria Manalip dapat bersikap kooperatif kepada KPK. Itu karena menurutnya, KPK pasti memiliki bukti yang cukup kuat dalam operasi tangkap tangan terhadap Sri Wahyumi.

“Saya minta kepada saudara Sri Wahyuni untuk kooperatif mengikuti jalannya proses hukum oleh KPK,” tuturnya.

Untuk diketahui, dalam kasus yang menjerat Bupati Talaud, KPK resmi menetapkan tiga orang tersangka. Bupati Talaud Sri Wahyumi dan Benhur yang diduga berperan selaku penerima, dan Bernard diduga sebagai pemberi suap.

Dalam perkara ini, Sri Wahyumi diduga meminta Benhur mencarikan kontraktor yang bersedia menggarap proyek di Pemkab Talaud dengan catatan mau memberikan fee 10%. Benhur lantas menawarkan Bernard untuk menggarap proyek tersebut.

Pemberian fee 10 persen tersebut diberikan kepada Sri dalam bentuk barang-barang mewah berupa jam, tas dan perhiasan berlian. Setelah pemberian itu, nantinya Bernard akan mendapatkan proyek di Pemkab Talaud.

Adapun beberapa barang mewah milik Sri Wahyumi yang disita KPK adalah handbag Chanel senilai Rp97.360.000, tas Balenciaga seharga Rp32.995.000, dan jam tangan Rolex seharga Rp224.500.000, anting berlian Adelle bernilai Rp32.075.000, cincin berlian Rp76.925.000, terakhir uang tunai sebesar Rp50.000.000.

Comments are closed.