Tokoh PA 212 Tersangka Penipuan Visa Haji Diamankan Polda Metro Jaya

0
281

Jakarta NAWACITA – Seorang tokoh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Buchari Muslim diamankan polisi atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan visa jamaah haji. Polda Metro Jaya resmi menetapkan Buchari Muslim yang biasa disapa Ustadz Buchari tersebut sebagai tersangka.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, proses penetapan tersangka dan penahanan sudah sesuai prosedur. Pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap Buchari atas dasar laporan dari korban, yakni M Jamaludin.

Laporan dari M Jamaludin pada 28 Juni 2018, kata Argo, diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP/3368/VI/2018/PMJ/Ditreskrimum.

“Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dan kapasitas penyidik akhirnya tersangka dilakukan penahanan sampai sekarang,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/4).

Argo menyampaikan, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan kepada Buchari.

“Kami melakukan pemeriksaan kepada tersangka dengan didampingi pengacara dari staf Bapak Eggi Sudjana,” katanya.

Sebelumnya diketahui, Polda Metro Jaya menangkap Ustadz Buchari, terkait kasus dugaan penipuan pengurusan visa haji, di Perumahan Taman Permata Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 04.30 WIB, Kamis (4/4) kemarin.

Argo menjelaskan kasus itu bermula ketika tersangka Buchari menawarkan pengurusan visa haji kepada 27 orang jamaah Jamaludin. Buchari dan Jamaludin kemudian bertemu di depan Kedutaan Besar Arab Saudi dan melakukan transaksi. Korban menyerahkan uang US$136.500 berikut 27 paspor kepada ABM untuk pengurusan visa haji furodah.

Setelah tiga hari setelah uang itu diserahkan, visa haji furodah tidak kunjung keluar dan tidak ada kabar dari Buchari. Korban kemudian meminta tolong kepada saksi atas nama syeikh AJ untuk menghubungi terlapor dan bertemu di rumah syekh AJ.

Saat itu, dibuat surat pernyataan dan kwitansi penerimaan uang dan 27 buah paspor tersebut yang isinya bahwa terlapor sudah menerima uang sebesar US$136.500 dan paspor sebanyak 27 buah untuk diurus visa haji furodah.

Namun nyatanya, Buchari tak kunjung menyerahkan visa haji tersebut dan tidak mengakui telah menerima sejumlah uang dari korban.

Argo menyampaikan setelah kasus itu dilaporkan, pihaknya telah memeriksa lima orang saksi untuk dimintai keterangan.

Setelahnya, sambung Argo, polisi kemudian melakukan gelar perkara dan meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan.

“Setelah dilakukan gelar perkara, dinaikkan (status) terlapor jadi tersangka,” ujarnya.

(Red:Ask/Cnn)