Sidang Suap Meikarta, 20 Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Bakal jadi Saksi

1
117

Soal Dugaan Gunakan Uang Suap Jalan-jalan ke Luar Negeri

Bandung NAWACITA – Sebanyak 20 anggota DPRD Kabupaten Bekasi Jawa Barat dijadwalkan dipanggil KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Puluhan itu akan menjadi saksi pada sidang perkara dugaan suap perizinan proyek Meikarta.

Jaksa KPK I Wayan Riana mengungkapkan, pemanggilan akan dilakukan pekan depan.

“Senin depan kita menghadirkan saksi dari DPRD Kabupaten Bekasi. Kita jadwalkan hampir 20 orang,” kata Riana usai persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (27/3).

Riana menjelaskan, para anggota dewan itu nantinya akan ditanya soal dugaan aliran uang terkait proyek Meikarta yang digunakan untuk jalan-jalan ke luar negeri.

“Iya membahas itu (soal jalan-jalan anggota dewan). Kita juga akan menghadirkan satu orang pegawai travel,” kata Wayan.

Para anggota dewan itu memang sebelumnya telah mengembalikan uang ke KPK karena diduga menerima fasilitas bepergian ke Thailand.

KPK pernah menyampaikan adanya pengembalian uang dari para anggota dewan itu yang totalnya mencapai Rp 180 juta. KPK menduga sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bekasi itu menerima fasilitas wisata bersama keluarganya ke Thailand. Fasilitas itu diduga KPK terkait pembahasan rencana detail tata ruang (RDTR) di DPRD yang masih terkait kepentingan Meikarta.

Dalam persidangan ini total ada lima terdakwa yang diadili yaitu Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin, Kadis PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin, Kadis Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kadis PMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi.

Comments are closed.