Selalu Menghindar Tes Urine, Ternyata PNS Pemkab Karimun Ini Konsumsi Sabu

0
161

Karimun NAWACITA – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Karimun dibekuk petugas Satresnarkoba Polres Karimun.
Deko Suryadi (40), adalah PNS golongan dua C di Dinas Ketenagakerjaan Karimun.

Ia diamankan dengan masih menggunakan seragam kerja di sekitar Jalan Jenderal Sudirman Poros sekira pukul 16.00 WIB. Barang bukti narkoba itu ditemukan petugas disaku baju dan celananya.

Deko dicokok lantaran menyimpan lima paket kecil narkotika jenis sabu seberat 0,64 gram. Ia mengaku narkoba itu hanya digunakannya untuk konsumsi pribadi.

Kepada polisi Deko mengaku bahwa telah mengkonsumsi narkoba sejak 2017 lalu. Ia juga selalu menghindar setiap ada pemeriksaan urine dilakukan Pemkab Karimun.

“Iya saya menghindar, setiap ada informasi kalau ada razia,” katanya.

Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya mengatakan, Deko saat ini masih berstatus sebagai seorang pengguna, karena belum ditemukannya unsur yang menguatkan bahwa tersangka merupakan pengedar narkoba.

Namun begitu, menurut Gima, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut untuk mengetahui apakah yang bersangkutan juga mengedarkan barang haram tersebut.

“Sementara masih sebagai pengguna, tetapi dalam penyidikan dia termasuk dalam jaringan pengedar. Kita akan lihat nanti dalam proses penyidikan,” kata Gima pada jumpa pers pengungkapan narkoba di Rupatama Polres Karimun, Minggu (17/3).

Gima menjelaskan, Deko yang kini jadi tersangka mengaku mendapatkan barang bukti narkoba tersebut dari jaringan di Rutan Kelas II Karimun. Barang bukti itu didapatkannya dengan modus lempar ambil disuatu tempat yang telah ditentukan.

“Saya dapatkan dari dalam rutan, teman saya ada di dalam sana. Saya dihubungi untuk mengambil barang tersebut dengan modus lempar,” katanya.

Kini, Deko Suryadi dijerat dengan pasal 112 dan 114, undang-undang narkotika yang ancamannya bervariasi mulai dari 5 tahun, 20 tahun bahkan bisa seumur hidup atau hukuman mati, tergantung beratnya kasus yang menjerat.