Tersangka Hoaks Surat Suara Tercoblos Ditahan di Rutan Salemba

1
305

Jakarta NAWACITA – Kejaksaan menahan tersangka kasus penyebar hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Tersangka berinisial BBP itu akan ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan RI Mukri mengatakan, penahanan tersebut berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mulai 28 Februari 2019.

Dalam keterangan resminya Mukri menjelaskan, penahanan dilakukan setelah Kejari Jakarta Pusat menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Untuk menangani perkara tersebut, Kejari telah menerbitkan surat perintah penunjukan tim jaksa penuntut umum (JPU) yang beranggotakan delapan orang jaksa untuk menyidangkan kasus itu.

Tersangka BBP disangkakan melanggar Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 207 KUHP.

Sementara berkas perkara BBP dan seorang lagi tersangka berinisial HY sudah diserahkan penyidik Bareskrim ke Kejaksaan Agung pada 17 Januari 2019.

Diketahui, terkait kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos tersebut, awalnya polisi menangkap tiga tersangka kasus tersebut di sejumlah daerah, yakni tersangka HY di Bogor Jawa Barat, LS di Balikpapan, Kalimantan Timur dan J di Brebes, Jawa Tengah. Ketiganya adalah penyebar info hoaks ke media sosial. Selanjutnya polisi menangkap pembuat konten hoaks kasus ini, yakni tersangka BBP.

Polisi juga menangkap tersangka berinisial MIK di Banten, yang memiliki peran sebagai penyebar hoaks. MIK juga diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta beserta barang bukti.

Comments are closed.