Sidang Perdana Ratna Sarumpaet, JPU Beberkan Awal Ratna Sebarkan Berita Bohong

0
193

Jakarta NAWACITA Sidang perdana kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet digelar Kamis (28/2).

Selama sidang yang mengagendakan pembacaan dakwaan, jaksa penuntut umum (JPU) membeberkan awal Ratna Sarumpet menyebar isu dirinya dianiaya orang tak dikenal. Tak hanya itu, ibunda Atiqah Hasiholan ini juga mengakui kesalahannya saat sidang perdana berlangsung.

JPU mengungkap pertama kali Ratna Sarumpaet bertemu dengan Prabowo Subianto untuk menceritakan tentang penganiayaan. Pertemuan bertempat di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor.

“Hari Selasa, tanggal 2 Oktober 2018, sekira pukul 14.00 WIB, terdakwa datang ke lapangan Polo Nusantara Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dan bertemu dengan Saudara Nanik Sudaryati selaku salah satu Waketum BPN Prabowo-Sandi dan Ketua Yayasan Merah Putih (YMP),” kata jaksa penuntut umum di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (28/2)

Jaksa mengungkap Ratna bercerita sambil menangis tentang penganiayaan yang dialaminya kepada Nanik Sudaryati alias Nanik S Deyang. Lalu Ratna meminta Nanik meraba pipinya yang bengkak.

“Dan [Ratna] meminta Nanik Sudaryati meraba pipinya yang lebam dan bengkak dibalut perban serta mengatakan giginya lepas. Terdakwa juga menceritakan kronologi penganiayaannya pada saat di Bandung,” ujar jaksa.

Sekitar pukul 15.00 WIB, lanjut jaksa, terdakwa bertemu dengan Prabowo Subianto. Hadir pula dalam pertemuan itu Amien Rais, Said Iqbal, Fadli Zon, Sugiono, dan Nanik Sudaryati.

“Pada pertemuan tersebut, Nanik Sudaryati menceritakan kembali kronologi yang dialami terdakwa kepada Prabowo Subianto, Amien Rais, Said Iqbal, Fadli Zon, dan Sugiono. Atas cerita Nanik tersebut, terdakwa diam tidak memberikan tanggapan,” tutur jaksa.

Jaksa menuturkan, Ratna memberi izin kepada Nanik untuk mengambil foto Ratna dengan semua yang hadir di rumah Prabowo. Selanjutnya foto tersebut diunggah melalui akun Facebook Nanik Sudaryati disertai penjelasan mengenai penganiayaan.

“Pada 2 Oktober 2018 sekira pukul 20.00 WIB, setelah pertemuan dengan Saudara Prabowo Subianto, Amien Rais, Said Iqbal, Fadli Zon, Sugiono, dan Nanik Sudaryati, diadakan konferensi pers di kantor tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel,” jelas jaksa.

Menurut jaksa, hadir dalam konferensi pers tersebut antara lain Amien Rais, Nanik Sudaryati, Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo Subianto, dan Djoko Santoso.

“Dalam konferensi pers disampaikan oleh Prabowo Subianto diantaranya meminta pemerintah mengusut tuntas penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet,” tutur jaksa.